Lamongan (beritajatim.com) – Selain diramikan oleh para santri pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 provinsi se-Indonesia, Musabaqah Qira’atil Kutub Tingkat Nasional (MQKN) di Pesantren Sunan Drajat Lamongan juga bakal diikuti oleh sekitar 300 kiai-nyai nasional.
Para kiai-nyai dari berbagai pesantren itu nantinya akan mengikuti Halaqah Ulama’ Nasional, pada tanggal 11-13 Juli 2023, yang juga bertempat di Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur.
Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono, dalam keterangan tertulisnya kepada beritajatim.com, Rabu (5/7/2023).
Waryono menyebut, para kiai-nyai tersebut terdiri dari beberapa unsur yang meliputi Pengasuh Pondok Pesantren, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (tingkat wilayah dan cabang), Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM).
Baca Juga: Ketua Ansor Blitar Gabung, PDIP Jatim: Energi Baru untuk 2024!
Lalu Asosiasi Ma’had Aly (AMALI), Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF), Forum Komunikasi Pondok Pesantren Salafiyah (FKPPS), hingga Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
“Halaqoh ini menjadi ruang pertemuan para ulama-ulama pesantren untuk mendiskusikan problem tantangan peradaban baru, melalui manhaj dan tradisi keIslaman. Sebagaimana yang selama ini dijaga dan diamalkan oleh para ulama pesantren,” kata Waryono.
Dalam kesempatan sama, Nur Halim selaku Ketua Pelaksana Lokal MQKN dari Pesantren Sunan Drajat menyampaikan bahwa Halaqah Ulama Nasional ini bertajuk ‘Menyambut Peradaban Baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning’.
Dijelaskan oleh Nur Halim, ada tiga output yang ingin dihasilkan dari halaqah, yakni pertama, adanya rumusan peta jalan tatanan peradaban baru yang adil, harmonis, dan penghargaan atas kesetaraan dan dan martabat setiap umat manusia berdasarkan khazanah pondok pesantren.
Baca Juga: Pemenang Lomba Video KIM Diajak Kenalkan Potensi Kediri
Kedua, adanya concept note manhaj revitalisasi kitab kuning agar dapat menjawab problematika tantangan lokal, nasional dan global masa kini dan mendatang.
Ketiga, silaturahmi kiai-nyai dan asosiasi pondok pesantren untuk penguatan peran pondok pesantren dalam tatanan dunia baru.
“Kegiatan halaqah ini akan dibuka oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, yang sekaligus akan menyampaikan Pidato Kunci. Sedangkan sambutan penutup kegiatan ini akan disampaikan oleh oleh Rais ‘Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ungkap Nur Halim, halaqah ini dilaksanakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bekerjasama dengan Direktorat Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kemenag RI, dengan struktur kepanitiaan gabungan, termasuk dari Pemprov Jawa Timur, Pemkab Lamongan, dan Pesantren Sunan Drajat.
Baca Juga: Listik Padam, Segera Lapor PLN Bisa Jadi Ada Aksi Pencurian Kabel Listrik
“Nanti ada sesi pemaparan dari para narasumber utama, dilanjutkan dengan 3 Sidang Komisi dan pleno yang digelar saat halaqah,” terangnya.
Adapun para tokoh nasional dan ulama yang bakal hadir dalam halaqah di pesantren yang diasuh oleh Dr. KH. Abdul Ghofur ini di antaranya Nyai. Hj. Sinta Nuriyah Wahid, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Zulfa Musthofa, KH. Hodri Ariev, Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Prof. Dr. Muh. Ali Ramdhani, Nyai Lilik Nur Khalidah Badrus.
Kemudian KH. Amin Said Husni, Nyai Hj. Alissa Wahid, KH. Ulil Abshar Abdalla, Dr. Amin Haedari, Nyai Hj. Ida Nur Khalida, Tgk. KH. Faisal Ali, Dr. H. Nuruzzaman, Prof. Dr. Abdul Mu’thi, Nyai Hj. Hindun Anisah, KH. Helmy Ali dan lain sebagainya.
“Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses, sekaligus bisa menghasilkan rumusan solusi dan rekomendasi yang bermanfaat bagi umat dalam tatanan dunia baru,” pungkasnya. [riq/ian]






