Tuban (beritajatim.com) – Seorang perempuan asal Kelurahan Perbon – Tuban, Jawa Timur sukses berbisnis buket bunga tanpa modal, hingga meraup keuntungan jutaan rupiah.
Novita Nadia Restorika owner Nr_Florist usia (25) kelahiran Mojokerto – Jatim ini sangat lihai merangkai bunga menjadi buket yang indah. Usaha yang telah dirintis dari tahun 2016 itu diawali tanpa modal. Menurutnya, dia memanfaatkan sosial media untuk promosi, jika ada pesanan, baru dibuatkan.
“Mereka yang pesan kan bayar dulu, jadi itu nanti uangnya muter buat beli bunga, lama kelamaan semakin banyak pesanan baru aku siap ready stok,” ucap Novita Nadia Restorika. Jumat (30/06/2023).
Bahkan dia menjalani usahanya di dalam kamar kos bertempat di Kelurahan Latsari Tuban, menurutnya bisnis flower di Tuban saat itu sangat menjanjikan, sebab tidak ada toko bunga di Kabupaten Tuban.
Baca Juga: Mahasiswa UK Petra Surabaya Pamerkan 48 Karya Busana
“Saya kan asli Mojokerto ya kebetulan lihat peluang di Tuban, waktu itu saya orang pertama yang jualan buket bunga asli di Tuban, yang lain gak ada, kalau imitasi kan banyak,” kata Dhea sapanya.
Ia menambahkan, seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat akan mencari kebutuhan yang sifatnya sekedar pelengkap. “Sekarang kalau ada yang ulang tahun butuh buket bunga, orang meninggal memberikan ucapan bela sungkawa papan bunga, grand opening juga, hajatan seperti nikahan dan lamaran, semua membutuhkan,” terang dia.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dhea memanfaatkan peluang yang ada hingga bisa membuka toko di Tuban setelah merintis di kamar kos. Kini tak hanya buket bunga saja, ada hampers, buket kosmetik, bunga Artificial, karangan bunga, buket uang dan lain-lain.
Baca Juga: Canggih, Petani Banyuwangi Semprot Padi Pakai Drone
Untuk memenuhi kebutuhan pesanan bunga, Dhea juga impor bunga dari luar negeri, sebab di Indonesia belum ada. Namun, paling banyak Dhea pesan di Bandung Jawa Barat.
“Saya belajar buket ini otodidak sejak SMA, tapi sekarang untuk mendirikan usaha florist harus ada kursus dulu, Alhamdulilah saya sudah sering ikut kursus untuk menambah wawasan baru dan target pasar,” imbuhnya.
Untuk harga relatif tergantung pesanan dan jenis bunga, jika bunga impor atau dried flower lebih mahal dibandingkan bunga lokal. Dari mulai harga Rp. 75.000 hingga jutaan rupiah. “Kalau karangan bunga start di harga Rp 400.000 sampai Rp 850.000,” tambahnya.
Baca Juga: Gempa Bantul Yogyakarta, Warga Ponorogo Berhamburan Keluar Rumah
Saat ditanya apakah ada musiman, Dhea memaparkan jika bisnisnya saat Pandemi Covid-19 justru meraup keuntungan sangat besar, dikarenakan ucapan bela sungkawa kala itu sangat banyak. “Aneh ya kalau bisnis lain pada tumbang saat Covid, kalau bunga malah kelarisan, sampai kuwalahan waktu itu, banyak yang meninggal karena Covid kan itu akhirnya pada pesan bunga,” ujar Dhea.
Sementara itu, pada saat musim hajatan seperti tanggalan Jawa saat ini bulan besar Idul Adha juga banyak pesanan untuk acara pernikahan dan lamaran. “Alhamdulilah bisnis bunga itu tidak ada matinya ya, setiap hari selalu ada momen spesial,” pungkasnya. [Ayu/ian]
![Perempuan di Tuban Sukses Bisnis Buket Bunga Raup Cuan Puluhan Juta Novita Nadia Restorika owner Nr_Florist Tuban. [Foto: Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/Novita-Nadia-Restorika-owner-Nr_Florist-Tuban.jpg)





