Blitar (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan bahwa 2 pasien yang terinfeksi penyakit rabies telah menjalani perawatan dan penyuntikan vaksin di rumah sakit. Keduanya kini telah dinyatakan sembuh dari penyakit rabies yang dideritanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menyebut dua pasien rabies itu merupakan perempuan yang berusia 45 dan 65 tahun. Keduanya mengetahui terjangkit penyakit rabies setelah 1 pekan kucing yang menggigit mereka mati.
“Mereka tahunya setelah jarak 1 minggu hewan yang menggigit mereka itu mati jadikan Setelah itu mereka segera berobat ke rumah sakit dan mendapatkan vaksin anti rabies sehingga mereka selamat,” kata Christine, Selasa (27/06/23).
Christine menjelaskan bahwa kedua pasien tersebut telah menerima perawatan intensif dan penyuntikan vaksin anti rabies di rumah sakit. Keduanya pun kini telah diizinkan pulang serta dinyatakan telah sembuh.
Baca Juga: Antisipasi Rabies, DKPP Surabaya Perketat Perdagangan Hewan
Kadinkes Kabupaten Blitar itupun mengimbau kepada masyarakat agar secepatnya berobat ke rumah sakit jika menjadi korban gigitan hewan yang berpotensi menularkan penyakit rabies. Perlu diketahui ada beberapa hewan yang berpotensi menularkan penyakit rabies di antara kucing, anjing, dan kelelawar.
Penyakit rabies ini tidak akan langsung muncul gejala pada orang yang digigit oleh hewan yang berpotensi menularkan penyakit rabies. Gejala rabies baru akan muncul pada penderitanya mulai dari 1 hingga 3 bulan pasca digigit.
“Itu tidak langsung berobat ya mereka berobat ke rumah sakit setelah 1 pekan menjadi korban gigitan, jadi masyarakat harus lebih peduli,” terang Christine.
Upaya pencegahan pun terus dilakukan pemerintah Kabupaten Blitar. Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan yang berpotensi untuk menularkan penyakit rabies diharapkan lebih peka dan peduli terhadap perubahan sifat yang terjadi.
Jika hewan peliharaan tersebut mengarah pada rabies maka diimbau untuk segera melakukan vaksin rabies ke Dinas Peternakan Kabupaten Blitar. Langkah pencegahan itu dinilai paling efektif untuk mencegah terjadinya kasus rabies.
Masyarakat yang menjadi korban gigitan hewan penularan rabies juga diharapkan lebih peduli dan tidak menyepelekan. Pasalnya selama ini korban meninggal akibat gigitan hewan penularan rabies mayoritas adalah mereka yang menyepelekan penyakit menular tersebut.
“Yang terpenting itu masyarakat tidak menyepelekan dan harus peduli ya karena gimana pun penyakit ini tetap berbahaya,” tandasnya. (owi/ted)






