Blitar (beritajatim.com) – Candi Gedog di Blitar banyak disebut oleh Gubernur Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya History of Java (1817), sebagai komplek bangunan yang megah. Namun sayangnya, keberadaan Candi Gedog masih menjadi misteri.
Misteri keberadaan Candi Gedog baru terjawab akhir 2019 setelah arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah XI Jawa Timur memastikan telah menemukan kembali Candi Gedog yang terletak di sisi timur dari wilayah Kota Blitar. Namun saat ditemukan bangunan Candi Gedog yang berada di kecamatan Sananwetan Kota Blitar itu tinggalah reruntuhan.
Ekskavasi pun terus dilakukan oleh tim Arkeolog untuk mengungkap fakta mengenai Candi Gedog. 4 kali sudah proses ekskavasi dilakukan oleh tim Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah XI Jawa Timur.
Dan kini di Ekskavasi yang ke 5, tim arkeolog mulai menemukan bukti kemegahan candi Gedog. Kemegahan bangunan Candi Gedog terlihat setelah ditemukannya 3 bangunan pagar yang melindungi bangunan inti candi.
“Asumsi kami bisa terwujudkan bahwa ini memang sebuah pagar, dan hasil tes speed juga menunjukkan bahwa di sisi barat kontur yang lebih rendah itu juga masih ditemukan 1 struktur, apakah ini halaman pertama dengan pagar di bawahnya kalau ini betul maka asumsi di awal Candi Gedog memiliki 3 pagar itu akan terbukti,” kata Ketua Tim Ekskavasi Candi Gedog dari Bapelbud Wilayah XI Jatim, Nugroho Harjo Lukito, Juni (16/6/2023).
Baca Juga:
PMI Blitar Beri Penghargaan kepada Pendonor Darah Terbanyak
Sebelumnya pada proses ekskavasi yang ke 4 tim arkeolog telah menemukan bangunan pagara dalam Candi Gedog. Sementara kini pada ekskavasi yang ke 5, tim arkeolog kembali menemukan bangunan yang diduga pagar kedua dari Candi Gedog.
Struktur bangunan yang diduga sebagai pagar ke 2 Candi Gedog ini memiliki lebar sekitar 8 meter. Lokasi atau titik dari pagar ke 2 ini juga berada tepat di luar pagar ke 3 Candi Gedog.
“Kalau secara landscape sangat memungkinkan 3 pagar, dengan susunan terasering atau halam inti lebih tinggi dari yang luar,” imbuhnya.
Baca Juga:
Dalam 5 Bulan, 4.515 Pelaku Usaha di Blitar Ajukan NIB
Selain temuan pagar, bukti lain yang menggambarkan Candi Gedog memiliki bangunan yang megah ialah dari ornamen yang tersisa dan ditemukan oleh tim Arkeolog. Penemuan kepala kala menjadi bukti bahwa Candi Gedog memang memiliki bangunan yang megah.
“Kemudian kepala kala itu, ditempatkan di atas pintu menuju ke bilik, candi itu ada biliknya berati ada atapnya jadi bisa dikatakan candi ini megah,” tegasnya.
Saat ini tim arkeolog, terus melakukan proses ekskavasi untuk memastikan struktur yang ditemukan tersebut merupakan bangunan pagar ke 2. Selain terus melakukan penggalian tim arkeolog juga akan melakukan tes speed dan penelitian secara landscape. [owi/beq]






