Sidoarjo (beritajatim.com) – Tim Bambang Haryo Soekartono atau BHS Peduli, bagi-bagi tropi kepada pedagang Pasar Wadungasri Kecamatan Waru, Sidoarjo. Ada tiga pedagang mendapatkan tropi plus uang taliasih keseluruhan senilai Rp 1,5 jutaan, Rabu (14/6/2023).
Pemberian tropi yang dilakukan oleh Tim BHS Peduli karena pedagang yang ada, bisa menjaga kebersihan, higenis dagangan yang disajikan kepada pada pelanggan.
Para pemenangnya juara l H. Jamilah pedagang sayur, bumbu dan kebutuhan dapur lainnya. Stand Barokah posisi di disi belakang (selatan red,) dinilai Tim BHS Peduli, karena patuh menjaga kebersihan di standnya dan juga barang dagangan yang dijual kepada pelanggan.
Saat pemberian tropi, para pembeli di Stand Barokah itu juga banyak atau berkerumun. “Dari kondisi inilah, saya mengapresiasi kepada H. Jamilah yang selalu menjaga kondisi kebersihan stand serta juga higenis sayur mayur, dan lainnya yang dijual kepada pelanggan. Lihat setiap harinya pembelinya banyak,” kata Bambang Haryo Soekartono.
Berikutanya stand yang diapresiasi oleh BHS dan dapat tropi juara ll adalah toko pakaian milik H. Marsiken di lantai 2. Marsiken termasuk pedagang lama di Pasar Wadungasri dan punya stand paljng besar dari semua pedagang di Pasar Wadungasri Waru.
Juara tiga peraih tropi dan uang taliasih adalah Sofiah (35) penjual daging. Kendati standnya berada di belakang dan berhadapan dengan TPA, tapi pelanggan setia masih terus berdatangan.
“Sampean (kamu) punya resep apa dalam jualan, meski di depan TPA tapi tetap laris daging sapi yang jual dan cepat habis?” tanya BHS kepada Sofia.

Sofia lalu menjawab, tetap menjaga higenis daging sapi yang dijual. Menjaga kebersihan stand dan lainnya. “Dagangan yang saya sajikan, sesuai dengan pesanan dan juga tambahan di luar pesanan yang sewajarnya. Jadi alhamdulillah setiap hari dagangan selalu habis,” akunya.
Usai memberikan tropi BHS juga berkeliling melihat kondisi pasar. Banyak pedagang yang mengeluh soal banjir kala musim penghujan. Memang perlu ada penanganan serius dari pemerintah agar tidak terjadi langganan banjir.
“Kasihan pedagang kalau sampai terus menjadi langganan banjir. Pasar tradisional tempat ekonomi kerakyatan, harus tetap dipertahankan dan diprioritaskan dalam sarana dan prasana pendukungnya,” tandas Dewan Pakar dari Partai Gerindra Jawa Timur itu.
BHS bercerita Pasar Wadungasri dulunya menjadi jujukan pembeli warga dari sekitaran pasar termasuk juga warga Surabaya. Karena Pasar Wadungasri lokasinya berada di dekat perbatasan Sidoarjo dengan Surabaya. Setelah Pasar Wadungasri ke utaranya lagi, sudah wilayah Rungkut Kodya Surabaya.
“Harus secepatnya dilakukan perbaikan bagian-bagian di pasar yang kurang mendukung dan merugikan pedagang, serta juga yang membuat pelanggan tidak mau kembali datang ke pasar ini. Saluran, aliran listrik, dan termasuk fasilitas untuk MCK yang ada,” paparnya.
Sementara anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Yunik Nur Aini yang ikut dilokasi menandaskan, dari kebijakan pemerintah akhir 2023 akan dilakukan perbaikan dalam Pasar Wadungasri tersebut. Terutama masalah saluran atau selokan air di bagian belakang, banyak yang kurang berfungsi alias mampet hingga terjadi banjir.
Perbaikan saluran yang ada, lanjutnya, akan dialirkan menyambung ke saluran di Dusun Kundi Desa Kepuh Kiriman dan juga menuju atau menyambung ke Avour Buntung. “Semoga perbaikan lekas seger terealisasi dan tidak terjadi banjir lagi,” harapnya. (isa/kun)
BACA JUGA:






