Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) mulai mengulirkan pengerjaan delapan proyek pengendalian banjir. Pengerjaan dari delapan paket tersebut dipastikan selesai pertengahan bulan November 2023.
Delapan proyek pencegahan banjir tersebut meliputi peningkatan Avour Sumberwaru, Sungai Sumberkembar, pengambilan atau rehab irigasi konstruksi di Wonokusumo, Bendung Balongmasin, irigasi Tamansari, irigasi Sukoanyar, peningkatan Bendung Sadar dan Bendung Jabontegal.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Alam (SDA), DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman mengatakan pembangunan kegiatan rehab dan peningkatan irigasi terutama di daerah rawan bencana banjir. “Jadi multi fungsi rehab peningkatan irigasi yang sekaligus dalam rangka pengendalian banjir,” ungkapnya, Sabtu (17/6/2023).
Peningkatan Avour Sumberwaru dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar tersebut meliputi pengerjaan saluran dan pergantian pintu klep aliran ke arah Sungai Porong. Tepatnya di Desa Kembangsri dan Candiharjo Kecamatan Ngoro. Pasalnya, selama ini luapan Sungai Porong tersebut menyebabkan aliran dari Avour Sumberwaru tidak bisa mengalir.
“Sehingga memicu banjir luapan ke permukiman warga. Nantinya ada pengerjaan 4 pintu klep masing-masing dua di Desa Kembangsri dan Candiharjo. Pintu air biasanya ada lima, kita buatkan untuk penguras kita bagi alirannya agar bebannya berkurang sehingga tidak meluap. Untuk pengerjaan konstruksi rehab irigasi Wonokusumo dengan anggaran senilai Rp1,4 miliar,” katanya.
Baca Juga:
Pemkab Mojokerto: Usulan Anggaran Pilkada 2024 Masih Dinamis
Perbaikan juga meliputi bangunan irigasi yang rusak akibat dampak banjir 2020 lalu. Rehab ada empat bangunan sadap irigasi di Wonokusumo, saluran sekunder ke irigasi persawahan. Pengerjaan delapan proyek pengendalian banjir tersebut masih dalam progres lelang yang kemungkinan realisasi kontrak, pada akhir Juni.
“Saat ini masih proses lelang, akhir Juni kemungkinan sudah ada realisasi kontrak. Dan pengerjaan dari delapan paket maksimal lima bulan dan dipastikan selesai pertengahan November sebelum musim hujan,” tegasnya. [tin/ted]






