Surabaya (beritajatim.com) – Sekitar 79 lembaga sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur menghadapi kekosongan jabatan kepala sekolah akibat berbagai alasan, termasuk pensiun dan berpulangnya. Data dari Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mencatat bahwa pada tahun 2023 ini, sebanyak 79 sekolah mengalami kekosongan posisi kepala sekolah.
Ketidaktersediaan kepala sekolah ini muncul karena berbagai faktor, termasuk pensiun, alih tugas, pengunduran diri, wafat, dan kembali menjadi tenaga pengajar.
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, mengungkapkan bahwa dari total 79 sekolah tersebut, terdiri dari 42 sekolah SMA, 24 sekolah SMK, dan 13 sekolah SLB. Posisi kepala sekolah saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
“Jumlah sekolah yang kehilangan jabatan kepala sekolah, yakni 42 SMA, 24 SMK, dan 13 SLB. Total 79,” tutur Aries dalam keterangan yang ditulis pada Rabu (16/8/2023).
BACA JUGA:
Bakal Ada 15 Formasi PPPK di Ponorogo untuk Lulusan SMA
Aries menjelaskan bahwa kekosongan jabatan ini disebabkan oleh faktor seperti pensiunnya 66 kepala sekolah, alih tugas 2 orang, pengunduran diri 2 orang, wafatnya 8 orang, dan 1 orang yang kembali menjadi tenaga pengajar.
Dalam waktu dekat, Dindik Jatim akan menggelar pelantikan untuk 79 calon kepala sekolah definitif, yang akan mengisi posisi jabatan kepala sekolah yang kosong. Aries juga telah mengumpulkan calon kepala sekolah tersebut untuk memberikan arahan.
BACA JUGA:
Mahasiswa FT Unisma Jadi Staff Engineering Perusahaan Alutsista
Dalam arahannya, Aries menegaskan bahwa tidak ada kecenderungan atau kepentingan tertentu terhadap calon kepala sekolah definitif. Ia menjamin bahwa proses pelantikan akan dilakukan secara adil berdasarkan kinerja dan prestasi yang telah diraih oleh calon kepala sekolah.
“Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah menerima laporan dari Bu Kabid mengenai perkembangan calon kepala sekolah di lingkungan Dindik Jatim. Hasil dari evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menetapkan kepala sekolah definitif. Dari tahapan ini, saya berharap calon kepala sekolah siap untuk mengemban tanggung jawab besar di masa depan,” ucapnya pada Senin (14/8/2023) lalu. [ipl/beq]






