Ringkasan Berita:
- Sebanyak 7.616 warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengalami krisis air bersih setelah jaringan pipa rusak akibat kebakaran hutan di Gunung Arjuno.
- Kebutuhan air bersih warga diperkirakan mencapai 42 truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap hari.
- Hingga Senin (19/10/2026) sore, sebanyak 11 truk tangki bantuan telah tiba dari Pemkab Pasuruan, partai politik, anggota legislatif, dan pihak swasta.
- BPBD Kabupaten Pasuruan berupaya memenuhi kebutuhan warga Jatiarjo di tengah kekeringan yang juga melanda sejumlah desa lain.
Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 7.616 warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menghadapi krisis air bersih setelah jaringan pipa air mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini mengandalkan pasokan air bersih yang dikirim menggunakan truk tangki.
Berdasarkan data pemerintah desa, kebutuhan air bersih untuk warga yang tersebar di tiga dusun tersebut mencapai sedikitnya 42 kali pengiriman truk tangki setiap hari. Setiap truk memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air.
Namun, kebutuhan tersebut harus dipenuhi secara bertahap. Hingga Senin (19/10/2026) sore, sebanyak 11 truk tangki bantuan air bersih telah tiba di Jatiarjo. Bantuan berasal dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, partai politik, anggota legislatif, serta pihak swasta.
Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengatakan bantuan air bersih disalurkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa agar distribusinya tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
“Dan untuk tangki selanjutnya kita turunkan di tandon Tegal Kidul. Bantuan ini kita berikan kepada Pemerintah Desa Jatiarjo setelah berkoordinasi dengan pihak pemdes dan Bupati Pasuruan Mas Rusdi, agar penyalurannya tidak tumpang tindih dan tepat sasaran untuk mendukung penanganan karhutla di Kecamatan Prigen, khususnya kawasan Gunung Arjuno, Welirang, dan Ringgit,”
Andri mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk dukungan DPRD kepada pemerintah dalam menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Koordinasi dengan perangkat desa dilakukan untuk memastikan bantuan didistribusikan ke tandon-tandon air yang digunakan masyarakat.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan air bersih di Jatiarjo harus berjalan bersamaan dengan penanganan kekeringan di wilayah lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan juga harus membagi armada tangki untuk membantu desa-desa yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau panjang.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan pengiriman air untuk warga Jatiarjo, sembari mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah lain yang juga terdampak kekeringan.
“Jadi kita coba maksimalkan kebutuhan masyarakat yang ada di Jatiarjo, karena kita ketahui bersama, yang mengalami kekurangan air saat ini bukan hanya Desa Jatiarjo, tetapi banyak desa yang juga mengalami kekurangan air akibat kekeringan kemarau panjang,”
Sugeng menjelaskan, kerusakan jaringan pipa air akibat kebakaran juga tidak hanya terjadi di Jatiarjo. Sejumlah wilayah lain, yakni Lumbang, Pandesari, Ngadirejo, dan Tambaksari, turut mengalami kerusakan infrastruktur pipa air.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen melanjutkan distribusi air bersih selama masa tanggap darurat. Pada saat yang sama, upaya pemulihan fisik jaringan pipa yang rusak juga disiapkan agar pasokan air ke masyarakat dapat kembali berjalan normal. [ada/beq]






