Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 813 jamaah calon haji (CJH) asal Bangkalan resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026.
Namun, di tengah proses pemberangkatan tersebut, lima CJH dipastikan menunda keberangkatan karena berbagai alasan. Mulai dari sakit, kecelakaan, hingga jemaah lansia yang meninggal dunia.
Prosesi pelepasan jamaah berlangsung khidmat di Masjid Agung Bangkalan, Minggu (10/5/2026), dipimpin langsung Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far.
Suasana haru tampak menyelimuti lokasi pelepasan. Ratusan keluarga mengantar para jamaah dengan doa dan tangis harapan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kembali menjadi haji yang mabrur.
Dalam sambutannya, Fauzan meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah, selalu dalam lindungan Allah SWT, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para jamaah agar disiplin mengikuti arahan petugas serta saling membantu antarjamaah selama berada di Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangkalan, Arief Rohman mengatakan lima CJH asal Bangkalan batal berangkat tahun ini karena beberapa faktor.
“Yang sakit ada dua orang. Satunya karena kecelakaan, satunya memang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk berangkat. Dari dokter juga disarankan menunda keberangkatan terlebih dahulu,” katanya.
Selain faktor kesehatan, satu CJH diketahui tengah mengikuti pendidikan militer sehingga keberangkatannya ditunda. Sementara satu CJH lainnya batal berangkat karena sebelumnya tercatat sebagai pendamping jamaah lansia yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Menurut Arief, kuota lima jamaah yang batal berangkat tersebut langsung digantikan oleh jamaah cadangan sesuai nomor urut di tingkat Provinsi Jawa Timur agar kuota haji Bangkalan tetap terpenuhi. [sar/but]






