Tuban (beritajatim.com) – Hingga siang ini, Tim SAR gabungan yang melakukan operasi pencarian korban perahu tenggelam di Bengawan Solo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban berhasil menemukan 4 korban penumpang perahu yang sebelumnya hilang, Jumat (5/11/2021).
Proses pencarian para korban kecelakaan air itu dilakukan dengan menerjunkan sebanyak 16 perahu karet untuk menyisir sungai Bengawan Solo itu. Adapun untuk jumlah penumpang perahu yang tenggelam itu jumlahnya masih bertambah menjadi 19 orang setelah ada laporan dari warga yang kehilangan keluarganya.
Data yang dihimpun dari Posko Induk Gabungan untuk operasi pencarian korban perahu tenggelam itu, terdapat sebanyak 19 orang penumpang yang sudah terdata. Dari perkiraan 19 orang, sebanyak 10 orang berhasil ditemukan selamat dan 4 orang ditemukan oleh tim Sar sudah dalam kondisi meninggal dunia mengapung di Bengawan Solo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tenggelam”]
“Untuk sampai saat ini sudah ada 4 korban yang ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Tiga orang korban ditemukan kemarin dan untuk satu korban ditemukan pagi tadi,” terang Hari Adi Purnomo, Kepala Basarnas Jawa Timur saat berada di Posko Induk Gabungan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban.
Tiga korban penumpang perahu yang ditemukan kemarin hari kedua pencarian itu masing-masing adalah Agus Tutin (28), Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban, Toro (40), warga Desa Sale, Kecamatan Sale, Rembang, Jawa Tengah. Kemudian Kasian (65), warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang merupakan nahkoda atau juru mudi dari perahu penyeberangan itu.
Adapun untuk jenazah yang ditemukan pagi tadi sekitar 06.30 Wib itu masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI untuk memastikan identitasnya. Sedangkan berdasarkan ciri-cirinya dan pengakuan keluarga, bahwa korban yang ditemukan ke empat itu disinyalir merupakan Basori (37), warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
“Untuk korban ke empat ini ciri-cirinya menggunakan baju koko warna coklat dan menggunakan celana hitam. Dari situ pihak keluarga mengakui bahwasanya itu adalah keluarganya yang bernama Basori. Namun dari tim DVI masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan,” sambungnya.
Sementara itu, untuk proses pencarian hari ketiga sudah dilakukan sejak pagi tadi dengan menyisir kawasan Sungai Bengawan Solo itu dengan menerjunkan belasan perahu karet san perahu besi. Adapun untuk pencarian diperluas sampai dengan radius 55 kilometer ke hilir dari titik tenggelamnya kapal itu.[mut/kun]






