Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 32 pedagang buah yang membuka lapak di badan jalan dan jalur pedestarian di kawasan Pasar Tanjung Anyar akhirnya menerima relokasi. Namun para pedagang meminta relokasi ke Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, dari 165 pedagang yang membuka lapak di badan jalan dan jalur pedestarian di kawasan Pasar Tanjung Anyar akhirnya mau direlokasi.
“Setelah kemarin kita buka dialog dengan para pedagang, akhirnya ada titik temu. Sebanyak 32 pedagang buah yang berasal dari Kota Mojokerto maupun luar Kota Mojokerto yang sebelumnya menolak dipindah akhirnya meminta di relokasi di Rest Area Gunung Gedangan,” ungkapnya, Sabtu (22/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pasar”]
Permintaan para pedagang tersebut disampaikan ke Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan langsung mendapat persetujuan dari orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut. Mereka akan menempati area bawah Rest Area Gunung Gedagang, sedangkan area atas tetap untuk pedagang makanan dan minuman.
“Dan siang tadi dilakukan pengukuran lokasi dan pengundian lapak. Dari 32 pedangan, sebanyak 12 pedagang besar sudah mengambil undian dan 22 pedagang eceran. Sisanya meminta di fasilitasi relokasi ke dalam Pasar Tanjung Anyar, mereka juga menyetujui untuk segera relokasi paling lambat tanggal 25 Oktober besok,” katanya.
Relokasi akan dilakukan setelah dilakukan penyekatan lokasi oleh pihak Diskopukmperindag Kota Mojokerto. Dengan relokasi para pedagang buah di Rest Area Gunung Gedangan, lanjut Ani, akan merubah ikon Rest Area Gunung Gedangan sebagai pusat kuliner dan pusat buah.
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto melakukan sosialisasi terkait relokasi bagi pedagang yang masih membuka lapak di badan jalan dan jalur pedestarian di kawasan Pasar Tanjung Anyar.
Selain memberikan sosialisasi, para pedagang juga diberikan surat undangan untuk dilakukan pertemuan terkait rencana relokasi tersebut. Ratusan pedagang tersebut menggelar barang dagangannya di badan jalan dan jalur pedestarian yaitu, Jalan KH Nawawi, Jalan Residen Pamuji, dan Jalan HOS Cokro Aminoto.
Dari 165 pedagang, sebanyak 106 pedagang sudah mendaftarkan untuk pindah lokasi. Namun masih ada 59 pedagang yang rata-rata pedagang buah yang belum mendaftar untuk pindah lokasi. Dari 165 pedagang tersebut juga sudah dilakukan pemetaan pedagang dari Kota dan luar Kota Mojokerto. [tin/kun]







