Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 30 siswa mengikuti uji kompetensi (UK) mandiri kelas akselerasi yang digelar oleh Dindik Jatim melalui UPT PTKK. Ada dua kompetensi keahlian, yakni Tata Busana Level 2 KKNI dan Teknik Pendingin serta Tata Udara Level 3 KKNI dengan masing-masing kapasitas 15 siswa.
Kedua keahlian itu, di tahun 2022 dinyatakan lulus 100 persen dengan nilai cukup memuaskan. Hasil itu diharapkan bisa dicapai pada uji kompetensi tahun ini dengan nilai minimum kelulusan 80 poin.
Tim Peningkatan Mutu LSK Tata Busana Tumina mengatakan, ada dua jenis ujian dalam uji kompetensi tata busana level 2 KKNI ini. Yaitu uji teori dan uji praktek. Untuk praktek, ujian yang diberikan terkait materi menjahit busana dengan model, ukuran dan pola.
“Kalau teori siswa diberikan 50 soal dalam waktu 50 menit untuk menyelesaikan. Kemudian untuk praktek, mereka harus menjahit sampai selesai satu bagian busana luar dan dalam busana selama lima jam harus selesai,” kata Tumina, Kamis (16/11/2023).
Selain itu, Tumina mengungkapkan bahwa sertifikat yang diberikan jika siswa dinyatakan lulus 100 persen, tidak terbatas waktu dan berstandar nasional.
BACA JUGA:
Dindik Jatim Raih Dua Penghargaan di Ajang JPRA 2023
Meski menjahit sederhana, kata dia, pembuatan kerah dan lengan dirasa paling susah bagi siswa. Meski begitu, berdasarkan evaluasinya siswa dapat menyelesaikan busan dengan baik.
“Kalau turun industri mereka bisa buka usaha menjahit dan melayani menjahit pakaian kerja, atau blouse bisa. Tapi untuk yang lebih seperti gaun atau menggambar dan mengaplikasikan masih belum bisa. Karena level 2 ini setara assisten penjahit,” paparnya.
Sementara Penguji Teknik Pendingin dan Tata Udara LSK Teri Mulyana menyebut ada beberapa poin yang dinilai dalam uji kompetensi Teknik Pendingin dan Tata Udara level 3 KKNI ini. Penilaian tersebut di antaranya instalasi AC, flaring, Swaging, Ducting ACa dan ujian lisan.
“Sebelum praktek siswa mengikuti ujian soal teori dulu. Baik teori maupun praktek siswa harus bisa dapat nilai diatas 80 agar bisa lulus sertifikasi,” jelasnya.
BACA JUGA:
SMA Double Track Dindik Jatim Raih Penghargaan UNICEF
Pada ujian teori, tambah dia, LSK memberikan tiga kesempatan untuk remidi. Jika melewati batas tersebut. Dari banyak materi yang diujikan, lepas selang manipol di outdoor jadi evaluasi pihaknya karena cukup berbahaya jika siswa salah memasang. “Jadi harus benar pengapliasiannya. Mereka juga harus hati-hati dengn perlengkapan safetynya,” katanya.
Sedangkan salah satu peserta uji kompetensi Mithara Selma Humairoh mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti uji kompetensi ini. Menurutnya, sertifikasi ini sangat diperlukan sebelum terjun ke dunia industri.
Siswa kelas 12 jurusan Tata Busana SMKN 6 Surabaya ini juga menyebut uji kompetensi ini juga sebagai pelengkap portofolio pengalaman.
“(Inkubator) ini melengkapi apa yang telah diberikan ke sekolah. Saat pelatihan kita bebas berkreasi dan merealisasikan ide di gambar. Di sini juga diajarkan bagaimana mengelola waktu dengan baik karena berkaitan dengan menyelesaikan menjahit,” tandasnya. [ipl/beq]






