Malang (beritajatim.com) – Sempat ramai di jagat Twitter soal tumbangnya sejumlah mahasiswa akibat dijemur oleh Panitia Raja Brawijaya 2023. Akun Twitter @JeandraLee yang menyebarkan foto juga menyebut bahwa info papermob baru keluar H-1 acara.
Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2023, Pugoh Ananta Putra membenarkan soal adanya mahasiswa yang tumbang. Ada sekitar 30an mahasiswa yang dirawat oleh tim kesehatan PK2MABA.
“Mereka ada yang sakit karena ada penyakit bawaan, ada yang paginya belum sarapan, ada juga yang karena pasca operasi atau penyembuhan. Evaluasi ini tentunya akan kami jadikan fondasi ke rangkaian selanjutnya,” ujar mahasiswa UB ini.
Dalam pelaksanaan PK2MABA, pihaknya telah menyiapkan tim kesehatan khusus. Ada 11 posko, dengan 6 mobil ambulan, nanti yang sakit dianalisis dan didiagnosis jika memang perlu akan dilarikan ke klinik UB atau ke Rumah Sakit.
BACA JUGA:
PK2MABA Universitas Brawijaya, Rektor Tekankan 2 Hal
Pugoh menambahkan, terkait tugas ospek yang dianggap hal itu mahal selaras dengan kebutuhan mahasiswa karena ada berbagai rangkaian program untuk PK2MABA. Dia juga menyangkal terkait keluhan mahasiswa baru soal tugas yang dianggapnya terlalu berat.
“Jadi karena penugasan yang padat, kami sudah melonggarkan juga pengumpulan sampai tanggal 21 Agustus,” katanya.
BACA JUGA:
Universitas Brawijaya Akui Ratusan Calon Mahasiswa Baru Mengundurkan Diri
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa materi PK2Maba tahun ini, adalah untuk mengejar prestasi. Baik lewat Pimnas hingga Darmasiswa dan lainya. Mahasiswa berkompetisi dengan berbagai prestasi di abad ke- 21.
“Fokusnya, adalah untuk prestasi dan kompetensi, abad 21. Prestasi untuk diri sendiri, Brawijaya dan bahkan hingga prestasi dunia,” kata mahasiswa Jurusan Sastra China mengakhiri. [dan/beq]






