Jakarta (beritajatim.com)– Dalam upayanya memenuhi hak dan memuliakan posisi perempuan di Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah mengimplementasikan tiga kebijakan konkret. Hal ini sebagai bagian dari visi dan gagasan yang terus didorong olehnya.
1. Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan
Anies Baswedan menegaskan bahwa negara harus berpihak seratus persen pada korban kekerasan terhadap perempuan. Sebagai bukti konkrit dari komitmen ini, Anies telah menyediakan layanan pelaporan kekerasan melalui Jakarta Siaga 112 yang terintegrasi dengan kepolisian. Lebih dari 300 gerai pelaporan juga telah disediakan di berbagai kantor pemerintahan, perguruan tinggi, dan transportasi publik. Selain itu, korban kekerasan juga bisa memanfaatkan fasilitas 2 rumah aman dan pelayanan medis di 32 Rumah Sakit, termasuk fasilitas visum gratis.
2. Menjamin Keselamatan Seorang Ibu
Anies Baswedan menyatakan bahwa tugas negara adalah menjamin keselamatan seorang ibu dan bayinya. Untuk itu, ia telah menjalankan langkah-langkah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut Anies, setiap kematian ibu atau anak adalah angka yang terlalu besar dan tidak dapat ditoleransi. Negara harus bertanggung jawab dalam menjaga nyawa setiap ibu dan anak yang lahir.
“Misi kami, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) harus diturunkan. Satu saja kematian ibu atau anak adalah angka yang terlalu besar dan tak bisa kita toleransi,” kata Anies.
Baca Juga: Khofifah Tak Mau Jadi Cawapres Anies? Respons NasDem Jatim
3. Menciptakan Ekosistem yang Memuliakan Perempuan
Anies Baswedan juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang memuliakan perempuan. Ia percaya bahwa pengasuhan dan penyiapan masa depan anak-anak bukanlah tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Melalui beberapa inisiatif di Jakarta, Anies telah memulai kebijakan cuti ayah selama satu bulan saat istrinya melahirkan. Selain itu, setiap tempat kerja diharapkan menjadi ruang yang ramah bagi pekerja perempuan, dengan penyediaan daycare, pemenuhan hak-hak perempuan, dan eliminasi diskriminasi upah bagi pekerja perempuan.
Anies Baswedan berkomitmen untuk mendukung perempuan di berbagai lini kehidupan, seperti ibu rumah tangga, pekerja kantoran, pedagang kecil, mahasiswi, remaja putri, calon ibu, single parent, dan jutaan perempuan tangguh lainnya. Ia menjadikan perjuangan ini sebagai ikhtiar negara dalam merangkul perempuan dan memastikan masa depan yang baik bagi mereka.
“Ikhtiar kami negara ini tak boleh membiarkan perempuan berjuang sendirian. Ini memang jalan yang jarang diperhatikan, tapi akan terus kita perjuangkan sekuat kuatnya, layaknya perjuangan seorang ibu demi masa depan buah hatinya,” tegas Anies Baswedan. (ted)






