Bojonegoro (beritajatim.com) – Tiga jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro belum bisa pulang ke rumah masing-masing karena harus menjalani karantina. Tiga jemaah haji tersebut dikarantina di Tirtawana Dander minimal selama lima hari. Ketiga jemaah itu tergolong orang tanpa gejala (OTG).
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bojonegoro Yasmani mengatakan, tiga jamaah haji asal Bojonegoro diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani skrining di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
“Jemaah haji kloter dua ada yang positif ada satu orang dan kloter ketiga dua orang. Mereka menjalani isolasi minimal selama lima hari di Tirtawana Dander,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).
Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro dilakukan pada Minggu dan Senin kemarin. Kloter kedua tiba di Bojonegoro pada Minggu malam sebanyak 259 jemaah dan kloter ketiga sebanyak 446 jamaah. Titik penjemputan jemaah haji dilakukan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.
“Kecuali tiga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dipulangkan dengan menggunakan kendaraan terpisah dari BPBD Provinsi Jawa Timur,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Sekadar diketahui, setiap jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci Makkah langsung menjalani skrining kesehatan secara ketat di embarkasi Surabaya, Asrama Haji Sukolilo jalani. Satu per satu jemaah haji wajib jalani tes swab antigen, meskipun tidak bergejala dan suhu di bawah 37,5 derajat celsius.
Saat rombongan kloter tiga diskrining, ada sebelas jemaah haji hasil tes swab antigen yang reaktif. Karena reaktif, tim medis kemudian melakukan tes swab PCR kepada sebelas jemaah tersebut. Hasil tes swab PCR kesebelas jemaah itu diketahui, sembilan negatif Covid-19 dan dua positif Covid-19 petang tadi.
Selanjutnya dua jemaah haji yang positif Covid-19 kemarin dan satu jemaah haji pada Minggu malam 17 Juli 2022, dipulangkan ke Bojonegoro secara terpisah. Ketiga jemaah itu pulang tidak bersama rombongan naik bus, tetapi diantar menggunakan mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. [lus/but]






