Jakarta (beritajatim.com) – Sebanyak 21 juta keluarga kategori tidak mampu akan mendapatkan bansos (bantuan sosial) dari Pemerintah menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023. Setiap keluarga akan mendapatka bantuan sebanyak 10 kilogram.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengungkapkan program ini disepakati dalam rapat koordinasi bersama menteri dan pimpinan lembaga negara di Mabes Polri, Kamis (6/4/2023). Menurut Muhadjir, rapat ini juga menetapkan slogan atau tagline “Mudik Aman dan Berkesan”.
Muhadjir mengungkapkan, diperkirakan 123,8 juta orang akan melaksanakan mudik tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 1,5 kali lipat dari 2022 dengan jumlah pemudik mencapai lebih dari 85 juta orang.
“Dengan meningkatnya jumlah pemudik, maka Pemerintah akan mempersiapkan pelaksanaan Mudik Lebaran 2023 dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhadjir.
Sejumlah upaya akan dijalankan Pemerintah terkait mudik tahun ini, Mulai dari segi keamanan, kenyamanan, persiapan jalur darat, penyeberangan, tarif moda transportasi, harga bahan pangan, hingga skema bansos.
Baca Juga:
53 Posko Pelayanan THR Keagamaan Jatim, Di Mana Saja?
“Sesuai arahan Presiden, kita harus menyiapkan sebaik-baiknya agar bisa ditekan insiden kecelakaan, apalagi kecelakaan fatal, dan betul-betul bisa membikin mereka yang akan mudik merasakan kegembiraannya dan terjauhkan dari hal yang membuat tidak gembira,” kata Muhadjir.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya siap mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2023 melalui Operasi Ketupat. Dalam operasi ini, sekitar 148.261 personel disiagakan untuk pengamanan mudik.
Selain itu, akan disiapkan 2787 posko pengamanan maupun terpadu. Sehingga para pemudik bisa nyaman dalam perjalanan.
“Kepolisian melaksanakan Operasi Ketupat, yang akan kita laksanakan secara terpusat dan juga diikuti seluruh wilayah mulai 18 April sampai 1 Mei,” terang Listyo.
Baca Juga:
12 Ribu Tiket Kereta Api Terjual di Momen Jumat Agung
Dia melanjutkan, laporan mengenai kecelakaan banyak terjadi di kawasan wisata. Untuk mengantisipasi hal itu, pengamanan di titik-titik wisata akan dijalankan lebih ekstra oleh personel baik Polri maupun Kemenhub.
Pemudik yang menempuh jarak jauh rentan mengalami kecelakaan. Karena itu, Listyo berpesan agar para pemudik beristirahat jika sudah lelah.
Rapat koordinasi ini dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Laksamana TNI Yudho Margono, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. Turut dihadiri pula Kepala BNBP, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, pejabat Pertamina, Jasa Marga, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. [beq]






