Surabaya (beritajatim.com) – Dua korban kebakaran gudang tiner di Kalianak Madya 55, Surabaya pada Senin (18/12/2023) kemarin, akhirnya meninggal dunia. Kedua korban itu adalah pasangan suami istri pemilik gudang, yaitu Handoyo dan Yuliana.
Dikabarkan sebelumnya, Handoyo mengalami luka bakar bakar 70 persen derajat dua dan Yuliana mendapatkan luka bakar hingga 80 persen derajat dua.
“Iya betul, yang bersangkutan meninggal dunia kemarin, Selasa (26/12/2023). Info yang kami terima 2 orang. Yakni pemilik usaha,” kata Kasat Reskrim Polres Perak M. Prasetyo, Rabu (27/12/2023).
Menurutnya, usai dikabarkan meninggal dunia, pihak keluarga belum melakukan konfirmasi kembali apakah jenazah langsung dikuburkan atau masih disemayamkan.
“Meninggal dunia kemarin, info lebih lanjutnya dari pihak keluarga belum menghubungi kepolisian, kemungkinan sudah dimakamkan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menurutnya, usai dikabarkan meninggal dunia, pihaknya belum dikonfirmasi kembali dari pihak keluarga korban. Apakah jenazah sudah dimakamkan ataupun masih beranda di RSUD.
“Meninggal dunia kemaren, info lebih lanjutnya dari pihak keluarga belum menghubungi kepolisian, kemungkinan sudah di makamkan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Gudang Tiner CV Garuda Chemical di Jalan Kalianak Madya nomor 55, Surabaya, Senin (18/12/2023) malam, menyebabkan 6 orang karyawan mengalami luka bakar.
Sukandar Riyanto (37), salah satu karyawan mengatakan, masing-masing rekannya yang menjadi korban ialah Handoyo, Yuliana, Heru Prasetyo, Ibrahim, Karim, dan Budi. [ang/but]






