Jember (beritajatim.com) – Selama dua hari berturut-turut terjadi tiga kecelakaan lalu lintas di Gunung Gumitir, jalur yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satunya truk pengangkut gabah yang nyelonong ke toko Alfamart di Kecamatan Silo, Rabu (2/11/2022) sore.
Sebelumnya, Selasa (1/11/2022) sore, sebuah truk yang mengangkut pasir puluhan ton terperosok ke jurang di Kilometer 34. Mesin truk yang melaju dari arah Jember ke Banyuwangi ini mendadak mati, sehingga truk berjalan mundur dan masuk ke jurang. “Jadi waktu melintas di tikungan, selang rem putus, sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan dan langsung loncat keluar,” kata Kepala Kepolisian Sektor Silo Ajun Komisaris Suhartanto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Pengemudi truk Wahyudi dan keneknya tidak mengalami luka. Namun tak pelak tubuh truk rusak dan muatan pasir pun tumpah ke jurang.
Sehari kemudian, pukul 04.30 WIB, sebuah truk gandeng bermuatan kayu sengon terguling di Kilometer 36,800. Lalu sore harinya, giliran truk pengangkut gabah yang dikemudikan Kamilin, warga Kecamatan Singojuruh, Kabupayen Banyuwangi yang menjadi korban jalur maut Gumitir. “Diperkirakan sopir mengantuk,” kata Suhartanto.
Saat itu, Kamilin mengemudikan truk menuju Kecamatan Sukowono, Jember. Ia kemudian menabrak banner meubel dan mobil boks PT.Surya yang dikemudikan Alu Murtopo (47), warga Jember. Tabrakan beruntun terjadi, dan menyasar toko Alfamart, sehingga menyebabkan kerusakan. “Kendaraan sudah dievakuasi,” kata Suhartanto. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Suhartanto berpesan kepada seluruh pengemudi yang melintasi jalur Gumiti agar berhati-hati. “Pastikan kondisi fit, tidak mengantuk. Kalau merasa ngantuk dan capek, lebih baik berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat sebentar,” katanya.
Tak hanya faktor pengemudi. Suhartanto juga mengingatkan faktor kelayakan kendaraan. “Kendaraan harus sehat dan layak jalan. Angkutan barang jangan overload atau melebihi kapasitas muatan. Ini karena kondisi jalur Gumitir ektrem dan sangat rawan kecelakaan,” katanya.
Jika terjadi kecelakaan, bencana, maupun lalu lintas macet, Suhartanto meminta semua pengguna jalan mematuhi imbauan petugas di lapangan. “Jangan menerobos, biar tidak mengunci arus,” tegasnya.[wir/kun]






