Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 1642 orang Ponorogo mengikuti program pendidikan kesetaraan, baik itu paket A, paket B dan Paket C. Dengan tagline pendidikan kesetaraan Hebat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ponorogo meningkat, Bupati Sugiri Sancoko melaunching program tersebut untuk tahun pelajaran 2023/2024.
Dari jumlah 1.642 orang mengikuti program pendidikan kesetaraan, rinciannya sebanyak 28 orang mengikuti paket A, ada 400 orang mengikuti paket B dan yang mengikuti paket C, paling banyak yakni diangka 1.214 orang.
Selain untuk peningkatan IPM, program pendidikan kesetaraan ini, juga sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah. Dimana pada tahun 2022 lalu, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo, rata-rata lama sekolah masih di angka 7,77 atau SMP kelas 1 atau 2.
“Program pendidikan kesetaraan ini, tidak sekedar untuk mengejar predikat IPM kita bagus, tetapi yang terpenting kalau sudah sekolah, maindsetnya berubah,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ditulis Jumat (11/08/2023).
Pendidikan kesetaraan Hebat yang digaungkan oleh Pemkab Ponorogo, dalam pengajarannya juga akan disisipkan pendidikan vokasi dan keterampilan. Sehingga pesertanya tidak hanya sekedar dilabeli lulus saja, namun mereka juga sudah menguasai ilmu keterampilan atau keahlian untuk bekal hidup kelak.
Baca Juga: Warga Ponorogo Lapor Polisi, Mobil Pinjaman Dirampas Debt Collector
Sisispkan pendidikan vokasi dan keterampilan agar tdk hanya dilabeli lulus saja tapi juga pasti ilmu keterampilan utk bekal hidup.
“Dengan lulusan Ponorogo yang semakin bagus, IPM pelan-pelan akan naik. Sebab, kita langsung menusuk ke akar masalahnya,” ungkap Kang Giri sapaan akrabnya.
Ke depan, Pemkab Ponorogo akan kembali menyisir ke wilayah-wilayah di bumi reog untuk mendata warganya menjadi peserta pendidikan kesetaraan ini. Diharapkan, warga Ponorogo minimal bisa menuntaskan wajib belajar 12 tahun atau setingkat SMA atau SMK. Pendataan itu diintegrasikan dengan pendataan lainnya, seperti jumlah kemiskinan ekstrem, upaya penurunan stunting.
“Kita ingin lakukan program serentak yang terintegrasi, penanganan dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri. Dia mengungkapkan peserta program pendidikan kesetaraan ini, tidak hanya belajar saja, namun juga menekankan pada kualitas dan keterampilan individu. Sehingga bisa berkontribusi positif untuk kesejahteraan masyarakat.
“Peserta pendidikan kesetaraan ini, didorong bisa mampu berwirausaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” tutup Nurhadi. (ADV/end)
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]






