Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 12 oknum anggota perguruan silat yang sempat diamankan warga Keputih, Kota Surabaya, dibebaskan Unit Reskrim Polsek Sukolilo. 12 oknum tersebut sempat terlibat penyerangan ke pemukiman dan warung kopi di kawasan Keputih pada Jumat malam (2/12/2022).
Para oknum perguruan silat ini dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing. Sementara, mereka hanya dikenai wajib lapor.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Sukolilo masih belum ditemukan alat bukti yang mendukung terjadinya pengrusakan. Belasan pelaku tersebut diamankan karena berada di lokasi kejadian.
“Sementara ini masih belum ditemukan alat bukti yang mendukung mereka melakukan pengrusakan. Mereka diamankan karena ada disana. Proses hukum masih berjalan,” kata Mirzal.
Meski demikian, Mirzal menyatakan proses hukum masih terus berlanjut. Mereka dipulangkan sembari polisi mengumpulkan alat bukti pengrusakan dan pencurian.
“Kalau proses hukum masih berjalan. Mereka sudah dihadirkan keluarganya, untuk sementara ini diwajibkan lapor, sambil penyidik mengumpulkan alat bukti. Kan tuduhannya ada pengrusakan ada pencurian juga bahkan di situ ditemukan barang bukti sepeda motor yang ditelusuri adalah terkait curas (pencurian dengan kekerasan),” ungkap Mirzal.
Terkait sepeda motor yang diduga terlibat curas, Mirzal mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. “Sedang kami telusuri, siapa yang membawa, kok bisa di kelompok itu,” jelas Mirzal.
Diberitakan sebelumnya, usai melakukan penyelidikan, anggota Polsek Sukolilo Surabaya menyebut jika kelompok pemuda yang menyerang pemukiman dan melakukan penjarahan di warung kopi Keputih adalah perguruan silat.
Dari 12 yang diamankan, 10 orang adalah anggota perguruan silat. Sedangkan, dua orang lainnya bukan anggota kelompok silat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gangster-surabaya”]
Kapolsek Sukolilo, Kompol M. Sholeh mengatakan, jika 12 pelaku yang diamankan memiliki rentan umur 15-21 tahun. Mereka bergerak bersama-sama untuk mencari lawan dari perguruan silat lainnya.
“12 pelaku kerusuhan itu sebagian besar masih anak sekolah. Awal mula kejadian itu ketika 60 orang anggota perguruan silat KS sedang berkumpul di Jalan HR. Muhammad, Surabaya dengan niat konvoi,” ujar Sholeh, Senin (05/12/2022) malam.
Sholeh meneruskan, mereka melanjutkan konvoi ke arah Timur mengelingi Jalan Darmo berlanjut ke kawasan Middle East Ring Road (Merr) Merr – Jalan Keputih – sampai ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mencari anggota perguruan silat PN. Karena mereka menerima informasi jika lawannya sedang nongkrong di warkop Keputih.
“Sesampai di daerah Keputih oknum perguruan itu sempat merusak Warkop Krewul. Padahal nggak ada lawannya di situ tapi menyerang secara nggak jelas. Mereka datang ke Sukolilo karena katanya lawannya ada di situ,” imbuh Sholeh. [ang/beq]






