Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 110 penumpang kapal ke wilayah kepulauan Sumenep tertahan di Pelabuhan Kalianget, karena tidak ada satupun kapal yang berangkat akibat cuaca ekstrem.
Para penumpang kapal itu menginap di Kantor Pelindo III, Pelabuhan Kalianget. Mereka tidur dengan alas tikar atau apapun yang mereka bawa. Sebagian besar yang bertahan di pelabuhan adalah mereka yang tidak mempunyai saudara di Kota Sumenep.
Salah satu penumpang kapal, Minatun mengatakan, dirinya dari Surabaya hendak pulang ke Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean. Ternyata setiba di Pelabuhan Kalianget, tidak ada kapal yang berangkat karena cuaca buruk.
“Saya bersama saudara-saudara saya 8 orang, sudah 7 hari di pelabuhan, menunggu kapal. Ada sebenarnya famili di Kota Sumenep. Tapi tidak enak kalau terlalu lama menumpang. Apalagi kami satu rombongan cukup banyak. Jadi kami memilih menginap di pelabuhan saja,” katanya, Jumat (30/12/2022)
Namun ia mengaku bersyukur, saat ini cukup banyak bantuan yang diterimanya, baik makanan maupun kebutuhan lain. Untuk makanan, ia mengaku sehari tiga kali mendapat bantuan dari Pemkab Sumenep. Sesekali ia mendapat kiriman makanan dari familinya.

“Kalau soal makanan, Alhamdulillah cukup. Kami tidak pernah kekurangan makanan. Dan sekarang ada bantuan selimut, kemudian kasur dari pemerintah dan polisi. Terima kasih untuk bantuannya,” ujarnya tersenyum senang.
Jajaran Polres Sumenep bersama Dinas Sosial, dan BPBD, memberikan bantuan kepada para penumpang kapal yang menginap di Pelabuhan Kalianget. Bantuan yang diberikan diantaranya Velbed (tempat tidur lipat: red), kasur, selimut, dan bantal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Ach. Dzukarnaen menjelaskan, pihaknya akan terus memberikan bantuan berupa makanan dan minuman kepada para calon penumpang kapal hingga kapal berlayar kembali.
“Setiap hari bantuan berupa makanan dan minuman ini kami antarkan ke penumpang kapal di Pelabuhan Kalianget sehari tiga kali. Bantuan makanan dan minuman itu kami pastikan terus kami berikan hingga kapal berangkat,” terangnya.
Sementara Petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget, Sumenep, Nanik Tri Suryani menjelaskan, hingga hari ini, cuaca laut di Perairan Sumenep masih buruk, sehingga seluruh kapal semua tujuan diminta untuk menunda pelayaran demi keselamatan.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, untuk perairan kepulauan Sumenep ini masih zona merah dan orange. Karena itu, seluruh pelayaran ditunda,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Menurutnya, himbauan untuk tidak melakukan pelayaran karena cuaca buruk itu masih berlaku hingga beberapa hari kedepan. Bahkan hingga tanggal 1 Januari, cuaca laut diperkirakan masih ekstrem.
“Prakiraan dari BMKG, cuaca buruk ini akan bertahan hingga tanggal 5 Januari. Kalau setelah tanggal itu cuaca membaik, akan ada pelayaran perdana kapal perintis dari Surabaya tujuan Pulau Masalembu,” ujarnya. [tem/but]






