Trenggalek (beritajatim.com) – Sebanyak 11 orang perusuh dalam acara konser Happy Asmara di Trenggalek ditangkap polisi. Sepuluh di antaranya adalah anggota perguruan silat.
Konser yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Trenggalek yang dimeriahkan Happy Asmara berakhir dalam kekacauan akibat kericuhan para penonton.
Kericuhan meluas dan berlangsung terus menerus hingga akhirnya acara konser terpaksa dihentikan. Meskipun konser musik telah resmi dibubarkan, keributan masih terus terjadi.
Kericuhan berlanjut di jalan depan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek hingga area depan kantor DPMPTSP Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA Pemilu 2024: Poros Politik Capres Ganjar dan Prabowo Ketat
Situasi semakin memanas hingga akhirnya polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan sebanyak 4 kali ke udara untuk meredakan ketegangan. Hasilnya, polisi berhasil menangkap 11 orang yang terlibat dalam insiden keributan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, dari total 11 orang yang diamankan, 10 di antaranya adalah anggota dari perguruan silat.
“Dari 11 itu yang satu warga biasa, mayoritas pendekar. Empat orang asal Tulungagung dan 1 asal Trenggalek,” ungkap Iptu Agus pada Rabu (30/8/2023).
Baca Juga: Konser Happy Asmara di Hari Jadi Trenggalek Berakhir Ricuh: Malu-maluin
Diduga bahwa kericuhan ini dipicu oleh perbedaan sentimen, mengingat para anggota perguruan silat ini memiliki latar belakang yang berbeda. Yang menarik, keributan tidak hanya berlangsung di sekitar lokasi konser, melainkan juga merembet hingga perbatasan antara Trenggalek dan Tulungagung.
Sebelumnya, konser Happy Asmara yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ini telah mengalami gejolak sejak awal.
Momen istimewa yang semestinya penuh sukacita justru dipenuhi dengan kekacauan. Kericuhan meletus usai lagu pembuka “Wes Tatas” dinyanyikan. Baik Happy Asmara maupun kru panggungnya merasa terganggu dengan keributan yang berasal dari penonton di sebelah kiri panggung.
Baca Juga: Seleksi CASN 2023 Segera Dibuka, Menteri PANRB: Harus Bersedia Ditempatkan di Daerah Terpencil
Ketidaknyamanan ini akhirnya memaksa Happy Asmara dan krunya untuk memutuskan untuk tidak melanjutkan konser yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Trenggalek.
“Dalam kondisi seperti ini, mungkin lebih baik bagi mereka yang tidak sepenuhnya nyaman dengan situasi hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir di sini hari ini. Happy Asmara akan mengakhiri penampilannya,” tegas Happy Asmara mengakhiri konser tersebut. (ian)






