Ngawi (beritajatim.com) — Aksi pencurian susu kemasan oleh tiga orang pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di sebuah minimarket di tepi Jalan Raya Kendal, Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026), sekitar pukul 12.00 WIB dan rekamannya kini viral di media sosial.
Dalam rekaman CCTV, seorang perempuan mengenakan gamis dan jilbab besar terlihat dengan cepat mengambil sejumlah susu kemasan dari rak, lalu menyembunyikannya di balik pakaian. Setelah itu, ia berpindah ke etalase lain sambil membawa keranjang belanja berwarna merah untuk mengelabui situasi.
Aksi serupa juga dilakukan dua pria yang diduga merupakan rekan pelaku. Keduanya tampak mengenakan sarung dan menyembunyikan susu kemasan di balik sarung yang dikenakan. Salah satu pria terlihat berjalan keluar dengan gerak tubuh kaku dan tidak wajar, diduga untuk menghindari kecurigaan petugas.
Untuk mengalihkan perhatian pegawai, salah satu pelaku bersama perempuan tersebut sempat berpura-pura menanyakan obat pereda nyeri yang ternyata tidak dijual di minimarket tersebut. Setelah mendapat jawaban, ketiganya langsung meninggalkan lokasi.
“Pelaku sempat menanyakan obat nyeri, saya jawab tidak ada, lalu mereka keluar dengan cara berjalan yang aneh seperti ‘pinguin’,” ujar Nanik, salah satu pegawai minimarket.
Pegawai lainnya, Agus Widodo, menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan secara bergantian. “Awalnya satu orang masuk dan mengambil susu. Kemudian dua lainnya, termasuk ibu-ibu, juga mengambil susu dan menyembunyikannya di balik sarung dan pakaian,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, minimarket mengalami kerugian lebih dari Rp1 juta. Barang yang dicuri meliputi empat kemasan susu Dancow ukuran 1 kilogram dan dua kemasan 500 gram, serta dua kardus susu Diabetasol ukuran 500 gram.
Saat kejadian berlangsung, para pegawai tidak berani menegur para pelaku karena mengira mereka mengalami gangguan pada kaki.
Hingga kini, pihak minimarket belum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Hal ini disebabkan kasus pencurian sebelumnya di lokasi yang sama belum juga terungkap.
“Belum kami laporkan, karena kejadian sebelumnya juga belum terungkap sampai sekarang,” tambah Agus.
Diketahui, minimarket tersebut pernah menjadi sasaran pencurian pada Kamis dini hari, 31 Juli 2025. Saat itu, pelaku diduga lebih dari satu orang masuk dengan cara menjebol dinding belakang toko dan membawa kabur uang, susu, serta kosmetik dengan total kerugian lebih dari Rp20 juta. Hingga kini, pelaku dalam kasus tersebut juga belum berhasil diamankan polisi. [fiq/but]






