Politik Pemerintahan

Trauma Legislator Diciduk KPK, Alasan Warga Malang Tolak Politik Uang

Malang(beritajatim.com) – Alasan utama warga Kampung Kidul Pasar atau Jalan Prof Mohammad Yamin, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang dengan membuat gerakan anti politik uang karena 41 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 tersangkut kasus korupsi suap APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 .

Apalagi, Wali Kota Malang Moch Anton juga tersangkut tsunami korupsi itu. Melihat fakta itu warga sepakat membuat gerakan moral menolak politik uang di Pemilu 2019. Sebab, kasus korupsi itu telah membuat malu warga Kota Malang.

“Jangan sampai kita cetak koruptor baru lagi. Apalagi anggota DPRD dan wali kota kita periode kemarin jadi koruptor. Itu kami menilai karena mereka dulu gunakan money politik,” kata Ketua RT 03 RW 07 Aswin Muzaki, Selasa, (16/4/2019).

Aswin mengungkapkan, bahwa pada Pemilu 2014 saat Pileg lalu banyak caleg yang datang ke kampun ini memberikan uang agar dia terpilih. Ternyata, sebagian dari pelaku politik uang saat ini sedang tersandung kasus korupsi.

Atas kesadaran itulah, ia bersama tokoh masyarakat, warga nahdatul ulama, warga muhammadiyah dan warga lainnya secara swadaya memasang poster dan spanduk tolakan politik uang. Selain itu, mereka juga memasang CCTV untuk memantau gerak gerik caleg dan tim sukses yang mencoba membeli hak pilih warga dengan uang.

Jika ketahuan, warga tak bakal mentolerir. Mereka bakal melaporkan ke Bawaslu dan polisi jika dilingkungannya terindikasi ada serangan fajar. Menurutnya, dalam beberapa bulan kemarin caleg maupun timses diperbolehkan kampanye di lingkungannya. Namun dilarang membagikan uang atau lain sebagainya.

“Beberapa periode yang lalu, ada beberapa caleg atau timses yang mendekati dengan cara itu. Dulu marak di wilayah kami kebanyakan caleg yang terpilih semua menggunakan hal itu jadi tahun ini kami sepakat menolak itu. Mungkin tanpa money politik nantinya melahirkan pemimpin yang bersih. Karena dipilh secara bersih,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar