Peristiwa

Mertua Bacok Teman Pria Menantu Hingga Tewas, Ini Gara-garanya…

Lumajang (beritajatim.com) – Gara-gara tak rela menantunya didatangi pria lain, Asmara alias Mara (53), warga Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah, gelap mata dengan membacok, Paidi (36), warga Desa Ranu Bedali yang bertamu ke rumah menantunya hingga tewas di tengah kebun, Rabu (12/2/2020) malam.

Informasi dihimpun di Mapolres dan Kamar Jenazah RSUD dr. Haryoto, Kamis (13/2/2020), pelaku Mara mendapat laporan dari tetangga menantunya, mengenai si Herwinda (28) yang sedang proses cerai dengan suaminya sering didatangi Paidi. Mara kemudian mendatangi rumah menantu di Desa Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso dengan membawa clurit dan senter.

Tanpa basa-basi, Mara mengetuk pintu sang menantu. Karena tidak ada jawaban dan sebuah motor milik pria lain di dalam rumah, langsung main dobrak pintu. Pelaku mendapati seorang laki-laki di dalam kamar menantunya. Tanpa basa-basi, menantunya diseret keluar rumah dan Paidi yang panik, hendak kabur melarikan diri.

Sayang, belum jauh kabur, sudah kena sabetan clurit di sebuah kebun tak jauh dari rumah Herwinda. Korban terjatuh, langsung diberi sabetan clurit berkali-kali.

Usai membacok, pelaku mendatangi Polsek Ranuyoso untuk melaporkan mengenai aksi kejinya. “Jadi pelaku nekat membacok korban dikarenakan kesal, karena si menantu dan anaknya masih proses cerai,” papar Kapolsek Ranuyoso, Iptu Ari Hartono pada wartawan.

Masih kata dia, adanya pelaku laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk identifikasi dan olah TKP. Untuk penyidikan, korban dibawa ke RSUD dr. Haryoto untuk diotopsi. “Kami mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi,” jelasnya. Akibat perbuatannya, tersangka dimasukan sel tahanan Mapolsek untuk penydikan lebih lanjut. (har/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar