Peristiwa

Banjir Belum Surut, Warga Kesulitan Salat Tarawih

Gresik (beritajatim.com) – Banjir yang belum surut di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik menyebabkan warga setempat kesulitan melaksanakan salat tarawih. Pasalnya, air setinggi lutut orang dewasa yang masuk ke musala mengakibatkan tempat ibadah tersebut tidak bisa sepenuhnya digunakan untuk salat.

Pengurus TPQ Madin Syeh Maghribi Desa Tambak Beras, Cerme, Sumalik (60) menuturkan, akibat banjir yang belum surut, musala TPQ Syeh Maghribi di lantai bawah tidak bisa dipakai. Sementara, jamaah salat tarawih nantinya ditempatkan di lantai atas (ruang kelas).

“Salat tarawih tetap dilaksanakan tapi dengan kondisi seadanya. Sebab, musala kami juga tidak ada penerangan pasca ada banjir tiga hari lalu,” katanya, Minggu (5/5/2019).

Sumalik menambahkan, saat ini musala untuk saat pelaksanaan salat tarawih membutuhkan penerangan. Pasalnya, selain untuk salat tarawih, penerangan tersebut juga untuk tadarusan. “Sejak banjir melanda desa kami, selama tiga hari listrik dipadamkan,” tambahnya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro yang meninjau lokasi banjir di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme menyatakan, bagi warga yang hendak salat tarawih maupun tadarusan dipersilahkan di rumah masing-masing.

“Saran saya lebih baik dilakukan di rumah masing-masing. Imbauan ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat arus banjir akibat meluapnya Kali Lamong cukup deras,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar