Hukum & Kriminal

Selama Dua Tahun, Orang Ini Cabuli Anak Gadisnya

Malang (beritajatim.com) – Seorang bapak di Kabupaten Malang menjadi tersangka kasus tindak pidana asusila. Pelaku tega mencabuli anak gadisnya sendiri hingga lebih dari dua tahun lamannya. Pelaku atas nama MN (39), warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, kini meringkuk dalam tahanan Polres Malang.

Tingginya angka kejahatan asusila di Kabupaten Malang, membuat geram Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. Andaru berpesan, Polres Malang siap melindungi korban kejahatan asusila.

“Kami berpesan pada masyarakat, siapa pun itu, agar tidak segan-segan dan berani membuka suara apabila menjadi korban asusila. Speak up, katakan, siapa orangnya yang melakukan perbuatan asusila baik itu kakak, ayah kandung, tetangga, teman silahkan melapor. Jangan takut. Agar korban tidak mengalami kekerasan seksual hingga waktu yang lama. Kami siap melindungi dan melayani masyarakat,” terang Andaru, Rabu (13/11/2019) sore.

Menurut Andaru, apa yang sudah dilakukan tersangka MN pada anak gadisnya yang masih berumur 16 tahun, sudah dilakukan sejak tahun 2017. Setiap malam, tersangka selalu menggerayangi tubuh anak gadisnya.

“Korban setiap malam dan keluarganya tidur di ruang tamu. Karena rumahnya cukup kecil. Setiap malam pelaku menggerayangi tubuh anak gadisnya. Kalau sampai berteriak, korban selalu dipukul karena tersangka ini sikapnya kasar,” beber Andaru.

Hal itu, lanjut Andaru, dilakukan tersangka setiap malam selama dua tahun terakhir. Pelaku berdalih ingin mengetahui respon anaknya saat diperlakukan tidak senonoh. “Sejak lama ayah kandung korban ini sudah sering mengintip anak gadisnya saat mandi, saat ganti baju. Lalu setiap malam tubuh korban digerayangi. Karena rumahnya hanya punya satu ruangan saja,” ungkap Andaru.

Sementara itu, MN berdalih tidak bisa terangsang meski sudah melakukan perbuatan cabul pada anak gadisnya. Ia melakukan perbuatan asusila ketika malam hari dan seluruh penghuni rumah sedang tertidur.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah korban, menceritakan perbuatan ayahnya sendiri pada ibu kandungnya. Bersama warga desa, korban dan ibunya lalu melapor ke Polres Malang dan meringkus tersangka.

Atas perbuatannya, MN dijerat pasal 82 junto pasal 76E UU RI Nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Andaru. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar