Teknologi

Petani Kediri Ciptakan Alat Perangkap Hama Ramah Lingkungan

Kediri (beritajatim.com) – Kelompok Petani Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri berhasil menciptakan alat perangkap hama yang ramah lingkungan. Dengan teknologi sederhana menggunakan tenaga dari solar cell, kini petani tidak lagi menggunakan pestisida sebagai obat pembasmi hama.

Menurut Purnomo, salah satu petani, biaya pembuatan alat solar cell sekitar Rp 150 ribu per unitnya. Komponennya yakni solar cell 6 volt, batterai charger 3,7 volt, lampu led ungu (violet) dan bahan pendukung lainnya.”Dengan alat ini cukup membantu kami dan biayanya murah. Selain itu juga ramah lingkungan,” kata Purnomo.

Untuk diketahui, serangga setiap kali bertelur mampu menetaskan 200 hingga 300 anakan. Jika anakan serangga hidup, sekitar 200 meter persegi lahan pertanian akan rusak karena daunnya di makan serangga tersebut. Selama ini petani menggunakan pestisida untuk membasmi hama. Tetapi penggunaan obat kimia dalam jangka panjang justru berdampak para kesehatan.

Selain itu, menurut Mohamad Sholeh Nugroho, PPL Kecamatan Semen, penyemprotan pestisida terhadap hama penyakit hanya akan membunuh indukan saja. Sementara anakan hama masih bisa berkembang hidup. Dengan pemahaman tersebut, maka petani akhirnya menciptakan teknologi yang ramah lingkungan, namun lebih efektif.

“Serangga yang selama ini menjadi musuh para petani ketika ada cahaya terutama ultraviolet dia akan tertarik datang. Dalam alat ini ada lampu yang di bawahnya telah disediakan air bercampur deterjen, cahaya akan terpancar dan melewati air kemudian serangga akan masuk dan tenggelam di air deterjen sampai akhirnya mati,” jelas Sholeh.

Perangkap hama ini ditempatkan di pembatas sawah dengan luas tanamam setiap 1 hektar harus minimal 12 alat perangkap agar hasilnya maksimal. Menurut Sholeh yang bekerja di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri ini, jika prinsip alat kerja ini menggunakan tekhnologi sollar cell sehingga tak lagi menggunakan listrik sebagai daya utama. Selain itu adanya perangkap ini sebagai alternatif petani untuk tak lagi menggunakan pestisida kimia

Sejauh ini serangan hama yang banyak di wilayah setempat yaitu kaper atau serangga, wereng coklat dan hama trips. Teknologi solar cell bisa difungsikan untuk menangkal serangan hama pada lahan tanaman pangan serta holtikultura. [adv kominfo/nm]

Apa Reaksi Anda?

Komentar