Teknologi

Pengunjung dan Tamu di Polrestabes Surabaya Wajib Registrasi Digital

Petugas nampak melalukan pendataan digital buat tamu yang masuk Polrestabes Surabaya, Rabu (29/1/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Kini semua tamu yang masuk Markas Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) di Jalan Sikatan Surabaya harus didata secara digital oleh petugas pos pantau dan jaga.  Langkah tersebut diharapkan bisa menunjang penyimpanan data yang lebih aman dan cepat dilakukannya pencarian data oleh petugas.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Sandi Nugroho menjelaskan Polrestabes Surabaya terus melakukan inovasi dalam rangka menciptakan suasana aman dan nyaman dalam pelayanan publik. Salah satunya membuat buku digital untuk meregistrasi tamu yang datang.

“Buku digital ini adalah untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Karena banyaknya masyarakat yang datang di Polrestabes Surabaya. Sehingga sangat perlu pendataan dan registrasi. Nah data yang baik dan cepat adalah secara digital,” kata Kombes Sandi kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Meski progam ini akan dilaunching dalam waktu dekat, Sandi mengatakan saat ini sudah mulai dilakukan ujicoba kepada pengunjung yang datang. Saat ini tercatat satu ponsel pintar berupa tablet sudah terpasang dan semua pengunjung wajib mengisi data serta foto dan juga sidik jari.

“Disana ada tablet, untuk mengisi buku tamu, baik itu ada sidik jari maupun ada foto, dan KTP, untuk mengetahui berapa banyak masyarakat yang datang ke Polrestabes dan kita punya file siapa saja yang datang ke Polrestabes Surabaya,” ujar Sandi.

Sandi menyakini, jika pendataan tamu dengan buku digital ini, pertama kali ada di Jajaran Polres di wilayah Polda Jatim. Sebab di seluruh Polres dan Polresta se Jatim masih menggunakan buku manual. Selain membutuhkan waktu lama untuk menulis, buku juga susah disimpan. Sehingga jika dibutuhkan data petugas harus membuka buka satu per satu.

“Itu sangat membutuhkan waktu dan merepotkan petugas jika harus membuka data secara manual. Oleh sebab itu era digital ini, petugas harus siap dengan transformasi pelayanan secara digital,” ungkap Sandi. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar