Iklan Banner Sukun
Teknologi

Gandeng YesWeHack, DANA Undang Ribuan Pakar Keamanan Global

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu platform e-wallet  DANA mengundang lebih dari 30.000 pakar keamanan global di YesWeHack dapat berpartisipasi dalam upaya mengidentifikasi potensi kerentanan di dalam aplikasi e-wallet DANA.

Tujuannya untuk mengamankan e-wallet DANA dan menemukan vulnerability atau kerentanan yang tak terdeteksi oleh audit keamanan biasa. Kehadiran generasi muda yang tech-savvy di Indonesia telah mengakselerasi pengalaman pembayaran digital yang seamless.

Selain faktor kenyamanan, akses ke teknologi juga telah membuka akses layanan finansial bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan (unbanked population), sesuatu yang tidak mungkin terjadi beberapa tahun lalu.

Ketika berbagai inovasi digital telah mengubah dunia menjadi tempat untuk hidup dan bekerja secara lebih cepat, lebih baik, dan jauh lebih efisien, dunia usaha juga perlu lebih transparan kepada para pengguna mereka. Fokusnya kini bergeser ke arah ancaman keamanan dan cara terbaik menanganinya. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh CPA Australia di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019, sebanyak 58,7% UKM di Indonesia sudah memperkirakan bahwa mereka akan menjadi target serangan siber (cyber attack) pada 2020.

“Jutaan orang Indonesia mempercayakan informasi pribadi dan keuangan mereka kepada DANA, dan kami menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami telah mengundang ribuan pakar keamanan dari seluruh dunia untuk menemukan kerentanan di dalam aplikasi e-wallet DANA. Program public bug bounty bersama YesWeHack ini akan dijalankan secara berkelanjutan dan setiap update terbaru akan diperiksa terlebih dahulu. Hal ini demi melindungi data pengguna kami dan mencegah terjadinya insiden keamanan,” kata Andri Purnomo, VP Information Security DANA.

Para penjahat siber saat ini lebih termotivasi untuk mencuri informasi identitas pribadi, dan sektor fintech adalah salah satu target utamanya. Keamanan siber selalu menjadi prioritas di DANA. Perusahaan ini mengawalinya dengan mengadakan program private bug bounty, yakni mengundang para pakar keamanan terpilih untuk menginvestigasi e-wallet-nya. DANA kini melangkah lebih jauh dengan menggelar program public bug bounty dan mengundang lebih dari 30.000 pakar keamanan global melalui platform YesWeHack, dengan tujuan memberikan transparansi dan kemanan yang lebih baik lagi kepada para penggunanya.

“Berbagai perusahaan dan konsumen di seluruh Asia Tenggara, terutama di Indonesia, telah melakukan lompatan beberapa generasi dengan mengadopsi e-wallet sebagai channel pembayaran pilihan mereka. Namun, digitalisasi yang cepat ini seharusnya tidak mengorbankan faktor keamanan,” tandas Kevin Gallerin, Managing Director, APAC di YesWeHack. “Program public bug bounty dari DANA akan sangat membantu dalam membangun kepercayaan dan mengamankan e-wallet jutaan masyarakat Indonesia.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar