Teknologi

Baru 407 Ribu Warga Jember yang Tersensus Daring

Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo

Jember (beritajatim.com) – Tercatat hingga 21 Mei 2020, baru 407.583 orang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang tersensus dalam jaringan internet (daring) alias online. Badan Pusat Statistik Jember meminta bantuan lembaga pendidikan untuk memaksimalkan sensus daring sebelum tenggat 29 Mei 2020.

Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo mengatakan, sebelum pandemi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sekolah agar wali murid berpartisipasi dalam sensus penduduk daring. “Ini hanya sekadar meneruskan saja. Apalagi sekarang masa pandemi, lebih susah lagi wawancara dan mengisi (kuisioner) bareng,” katanya, Jumat (22/5/2020).

Dengan pelibatan sekolah, Joko berharap hasil sensus bisa maksimal. “Kami berharap semakin banyak semakin bagus. Masa pandemi ini membuat kita mengutamakan SPO (Sensus Penduduk Online). Kalau wawancara ketemu responden atau warga, physical distancing tak terpenuhi,” katanya.

Kepala Seksi Statistik Sosial Emil Wahyudiono menambahkan, pelaksanaan sensus penduduk online memang diperpanjang dari tenggat 30 Maret menjadi 29 Mei 2020. “Kami meminta bantuan Dinas Pendidikan Jember agar respon rate Sensus Penduduk 2020 lebih luas. Salah satu nya adalah wali murid melakukan sensus penduduk online dan menjadi tugas mandiri siswa,” katanya.

Menurut Emil, cakupan dalam Sensus Penduduk Online (SPO) yang semula ditujukan pada segmentasi tertentu, karena covid-19 akhirnya diperluas. “Jadi perpanjangan waktu yang diberikan oleh pusat, kami gunakan seoptimal mungkin,” katanya.

Dispendik Jember bukan satu-satunya lembaga yang dirangkul BPS. “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Cabang Bakorwil V dan Kantor Kementerian Agama. Selain itu kami juga berkoordinasi dengan beberapa perusahaan atau lembaga swasta untuk aktif berperan dalam SPO,” kata Emil.

Joko meminta kepada wali murid agar tak khawatir soal pengisian sensus penduduk dalam jaringan. Pengisian sensus tersebut hanya butuh waktu paling lama lima hingga sepuluh menit. “Ini juga mengedukasi kepada masyarakat, bahwa ada program nasional Sensus Penduduk Online. Kami BPS siap membantu warga yang belum,” katanya.

Sensus penduduk terakhir dilakukan pada 2010. Saat itu, jumlah warga yang tersensus 2.332.726 orang. Sebanyak 1.146.856 orang berjenis kelamin lelaki, dan 1.185.870 orang perempuan. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar