Keluarga korban tragedi ponpes Al Khoziny Sidoarjo menilai ada kelalaian pengurus karena data santri tak diperbarui hingga menyulitkan proses identifikasi korban.
KUMPULAN BERITA Sidoarjo
Berita hari ini di kabupaten Sidoarjo
Enam puluh lebih hati ibu terguncang mendengar putranya tidak selamat dari tempat paling saktral, ruang menimba ilmu agama di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Abdul Fattah (18), seorang santri asal Dusun Pendeh, Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.
Sempat menyebut tragedi Al Khoziny sebagai takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan YME, Kyai ponpes yang berada di Buduran, Sidoarjo itu kini dimintai pertanggungjawaban
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan jika proses evakuasi korban akibat runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny
Tim DVI Polri telah mengidentifikasi 17 dari 61 jenazah korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Seluruhnya sudah diserahkan ke keluarga.
Menteri PU Dody Hanggodo akan evaluasi 42 ribu pesantren di Indonesia setelah tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang menewaskan puluhan santri.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafi’i memastikan bahwa pencarian korban di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo
Jumlah korban tewas runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo naik jadi 59 orang, enam di antaranya berupa potongan tubuh. Proses evakuasi masih berlanjut.
Sidoarjo (beritajatim.com) – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan melalui aksi…








