Jakarta (beritajatim.com) — DPP PDI Perjuangan resmi menetapkan Syaifudin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya yang baru. Penetapan ini merupakan hak politik PDI Perjuangan sebagai partai pemenang di Kota Pahlawan.
“DPP PDI Perjuangan memang telah memutuskan dan menetapkan Saudara Syaifudin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, yang menjadi hak PDI Perjuangan. Saudara Syaifudin Zuhri yang saat ini menjadi Sekretaris DPC PDIP Surabaya kami minta bisa membangun sinergi yang bagus antara wali kota, wakil wali kota, dan DPRD Kota Surabaya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, Rabu (22/4/2026).
Said juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat Surabaya yang telah memberikan amanah besar kepada partainya. Ia meminta kepemimpinan DPRD ke depan mampu menyerap aspirasi warga secara maksimal.
“Warga Kota Surabaya memberi amanah yang besar kepada PDI Perjuangan. Jangan sampai warga Kota Surabaya menganggap kita tidak amanah. Oleh sebab itu, saya minta Saudara Syaifudin Zuhri harus lebih aspiratif, menjadikan DPRD Kota Surabaya sebagai aspirator yang sebaik-baiknya bagi warga Kota Surabaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Said menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga legislatif serta nama baik partai di tengah kepercayaan publik. Ia mengingatkan agar amanah yang diberikan tidak disia-siakan.
“Jaga amanah rakyat yang dititipkan melalui PDI Perjuangan di Surabaya. Jangan mempermalukan partai dan kelembagaan DPRD Kota Surabaya yang terhormat. Jaga kehormatan itu sebaik mungkin,” tegasnya.
Menurut Said, karakter masyarakat Surabaya yang kritis dan terdidik menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pemimpin daerah. Ia menilai Surabaya memiliki posisi strategis sebagai barometer berbagai sektor penting di Indonesia.
“Warga Kota Surabaya ini warga yang cerdas, masyarakatnya lebih terdidik dibandingkan wilayah-wilayah lain. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta. Kota Surabaya adalah etalase banyak hal; ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, bahkan demokrasi. Oleh sebab itu, tiga kader PDI Perjuangan yang mendapatkan amanah rakyat menjadi wali kota, wakil wali kota, dan Ketua DPRD harus bisa menangkap denyut suara hati rakyat dan perkembangan kota ini,” jelasnya.
Said kembali menegaskan bahwa keputusan DPP bersifat final dan harus dijalankan oleh seluruh kader partai tanpa pengecualian. Ia juga mengajak seluruh elemen partai untuk mendukung kepemimpinan di Surabaya agar berjalan efektif.
“Sekali lagi, DPP PDI Perjuangan telah memutuskan Saudara Syaifudin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya menggantikan almarhum Saudara Adi Sutarwiyono. Saya minta segenap jajaran partai tegak lurus mengamankan keputusan DPP partai dan membantu kepemimpinan di eksekutif dan legislatif di Kota Surabaya sukses,” katanya.
Di sisi lain, DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyatakan terbuka terhadap kritik dan evaluasi publik. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kinerja kader partai di Surabaya.
“Kami di DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan selalu membuka diri, mendengar koreksi dan evaluasi terhadap kinerja kader-kader PDI Perjuangan di Surabaya, baik di eksekutif maupun legislatif, dan itu kami maknai sebagai kecintaan rakyat kepada PDI Perjuangan dan Kota Surabaya,” pungkasnya. [kun]






