Surabaya (beritajatim.com) – Perpisahan dengan seseorang yang dicintai membuat hati menjadi sedih. Apalagi, jika masih memendam rasa sayang sehingga masih terbayang-bayang wajahnya dan susah melupakannya.
Kenangan saat bersama orang yang dikasihi tentu susah dilupakan. Hal ini tak hanya dialami oleh remaja, orang dewasa pun bisa merasakan hal ini.
Bahkan, susah melupakan mantan bisa menjadi cobaan dalam bahtera rumah tangga jika masing-masing sudah terikat dalam pernikahan.
Godaan kenangan masa lalu yang indah menimbulkan rasa ingin kembali kepada mantan perlu dikubur dalam-dalam demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Untuk menghadapinya, perlu iman dan komitmen yang kuat dalam menjalani cobaan tersebut. Jika kesulitan dalam mengendalikan hati, maka berdoalah kepada Allah SWT sang Pemilik Hati. Rasulullah SAW pernah membahas tentang hati.
“Sesungguhnya hati bani Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya. (HR al-Tirmidzi).
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda : “Hati itu ibarat satu lembar bulu di atas tanah yang kosong. Ia terombang-ambing oleh angin, sehingga mudah terbolak-balik.” (HR. Ahmad).
Melansir dari laman NU Online, berikut doa Rasulullah yang memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi keteguhan hati di atas agama-Nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika
Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu. (HR al-Nasai’).
Setelah membaca doa itu, Rasulullah kemudian menyambungnya dengan doa dari al-Qur’an:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb
Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia). ( QS. Ali ‘Imran [3]: 8).
Dalam riwayat lain, Rasulullah berdoa:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Allâhumma, musharrifal qulûb sharrif qulûbanâ ilâ thâ‘atika
Artinya: Ya Allah, Dzat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu. (HR. Muslim)
Bagi umat Muslim yang ingin diteguhkan hatinya oleh Allah akibat godaan rasa cinta kepada orang yang tak tepat, alangkah baiknya jika membaca doa tersebut secara rutin.
Meski Rasulullah tidak mengkhususkan doa di atas untuk tujuan tersebut, namun bagi seseorang yang merasa sulit mengendalikan hatinya bisa membaca doa tersebut. (nap)






