Sorotan

Catatan Mudik 3

Sampah Berserakan di Bibir Pantai Masalembu

Masalembu merupakan salah satu kecamatan kepulauan terluar yang berada di zona geografis Kabupaten Sumenep, salah satu ‘aset penting’ dari berbagai sektor yang juga bisa mendorong pembangunan. Salah satunya dalam sektor ekonomi daerah hingga wisata.

Bahkan keelokan dkepulauan yang identik dengan sebutan ‘Pulau Thampomas II’, juga memiliki panorama alam mempuni dan tidak kalah cantik dibandingkan sejumlah destinasi wisata di daerah Sumekar. Hanya saja potensi tersebut belum tersentuh secara maksimal, khususnya oleh para pemegang kebijakan.

Apalagi di kepulauan Masalembu, juga terdapat sejumlah lokasi wisata potensial. Semisal Pantai Kolam di Kampung Mandar, Pantai Masana, Tanjung Ambulung, di Desa Sukajeruk. Termasuk Pantai Songgo, Pantai Camplong, di Desa Masalima. Serta sejumlah wisata religi ataupun wisata kuliner lainnya.

Hanya saja, keelokan tersebut justru tercemar dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, salah satunya persoalan sampah yang justru tersebar di pesisir pantai. Terparah justru terletak di area Pelabuhan Masalembu, yakni di Dusun Raas, Desa Masalima.

Padahal di area tersebut, terdapat tempat pembuangan akhir sampah raksasa yang diletakkan tepat di sisi timur dermaga. Namun masyarakat justru tetap membuang sampah di luar TPA, yakni di bibir pantai berserakan tanpa adanya tindakan konkrit dari para pemegang kebijakan.

Sebagai upaya sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman akan pentingnya kesadaran masyarakat tentang sampah, sejumlah mahasiswa asal Masalembu bersama warga sekitar bahu-membahu membersihkan sampah di bibir pantai, beberapa tahun lalu.

Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, apalagi kurangnya ketersediaan TPA sampah juga sangat tidak berimbang dengan banyaknya jumlah penduduk. Sehingga sampah pun kembali berserakan di bibir pantai dan tak terurus.

“Selama ini ada adigum masyarakat yang menganggap bahwa laut adalah tempat pembuangan sampah masih bertahan, sampah-sampah yang berserakan sebagian besar merupakan limbah rumah tangga,” kata salah satu warga Masalembu, Syaiful.

Sementara jenis sampah yang berserakan di berbagai titik pantai, sebagian besar didominasi bungkus makanan hingga bekas popok bayi. Kondisi tersebut juga sempat mengakibatkan Dusun Raas, dikepung banjir saat musim hujan pada 2018 lalu.

“Bagaimana mau tidak banjir, jika sebagian sampah juga berserakan di sejumlah selokan di pemukiman warga. Sehingga aliran air tidak berjalan maksimal dan justru menggenang hingga kompleks perumahan warga, hal ini tentunya menjadi pembelajaran masyarakat,” ungkapnya.

Dari itu ia berharap kesadaran masyarakat tumbuh untuk menjaga pesisir dan laut serta menggantikan tabiat kurang terpuji, yaitu membuang sampah ke laut. “Laut bukan tempat sampah, karena laut itu juga ekosistem kehidupan di mana kita bergantung pada laut untuk mendapatkan ikan,” jelasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar