Sorotan

RSUA, Rumah Sakitnya ITS

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari (kanan) didampingi oleh Direktur RSUA Prof dr Nasronudin (kiri) saat menjelaskan teknis dan implementasi RAISA nantinya di RSUA

Kali ini saya, Rektor ITS untuk sementara berganti peran, yaitu menjadi “humas relawan” mempromosikan Universitas Airlangga… loh kok? Makanya judul tulisan ini diplesetkan, supaya pembaca sedikit kaget.

Karena bersifat relawan, maka saya tidak perlu minta ijin ke kolega, Rektor Unair, prof M. Nasih. Tapi, syukur kalau nanti diberi penghargaan.. ha.. ha..

RSUA, RS Universitas Airlangga, akhir akhir ini menjadi sangat terkenal bukan saja sebagai Covid-19 center di Jatim, tetapi juga karena kerjasama inovasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Saking tenarnya nama RSUA bersanding dengan ITS, maka judul tulisan ini sekalian dibuat ekstrem.

Satu-satunya RS yang melibatkan robot untuk turut merawat pasien Covid adalah RSUA. Robot RAISA buatan ITS, yang bekerja membawa obat-obatan, baju kesehatan, makanan ke kamar-kamar pasien. Robot yang dikembangkan dengan bantuan dana penelitian dari Kementerian Ristek BRIN, Pemprov Jatim, dan ITS. Demikian juga VIOLETTA, robot buatan arek ITS untuk mensterilkan ruangan. Robot EVITS, emergency Ventilator ITS, yang masih dalam tahap uji ketahanan.

Gara-gara RAISA, si robot dengan 4 rak, saya sedikit tahu betapa perjuangan mengelola rumah sakit di masa pandemi ini sangat berat. Terimakasih pak dokter Nasron, panggilan akrab Prof. Dr. dr Nasronuddin, SpPD direktur RSUA yang konsisten bergandengan dengan ITS, mengirim dokter ikut dalam tim ITS berinovasi mengembangkan perangkat canggih dibidang alat-alat kesehatan. Karena dokter Nasron-lah, karya arek-arek ITS yang sesungguhnya sudah meraih medali emas, juara dunia robot di Australia, Korea, China, Amerika 3 tahun berturut turut, dapat terimplementasi di dunia nyata, di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Salut untuk kolega dosen ITS dari Teknik Elektro – Teknik Komputer, pak Rudi Dikairono, pak Muhtadin, pak Achmad Zaini. Merekalah otak robot ITS.

Disini saya ingin mengabarkan bagaimana perjuangan orang-orang hebat di masa pandemi Covid. Mereka saling mengkait, bekerja bersama-sama, berkorban tanpa hitung-hitungan komersiil, tenaga maupun promosi.

Dalam 1 bulan terakhir, RSUA mendapat dana mendadak senilai Rp 45 Milyar (dana hibah dari bapak Chairul Tanjung/ CT Corp dan beberapa pengusaha lain seperti Indofood dan PT Astra) untuk perluasan rumah sakit RSUA. Sehingga, RSUA mampu menambah kapasitas terima pasien covid. Ruang isolasi semula 20 bed, ditambah hingga menjadi 140 bed beserta perangkat medis (alat2 untuk icu, ventilator dll).

Perluasan tersebut menggunakan gedung 6 lantai milik Kemenkes disebelah RSUA. Gedung tersebut memang dipersiapkan untuk perluasan rumah sakit, tetapi statusnya kosong tidak terpakai sejak 10 tahun lalu, karena terbelit kasus.

Perluasan rumah sakit tersebut bahkan di desain bukan untuk masa pandemi Covid-19 ini saja, tetapi untuk digunakan selamanya. Rumah sakit perluasan ini selanjutnya dinamakan RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi), RSUA.

Pada saat saya, bersama Dr. Bambang Pramujati Wakil Rektor bidang Riset, dan kawan kawan ITS menyerahkan robot RAISA pekan lalu (pertengahan April 2020), di ruangan lantai 4 gedung tersebut sedang diisi sekitar 20 bed. Ruangan tersebut baru saja dibersihkan, stop kontak dan kabel listrik masih baru dipasang. Namun, tiga hari yang lalu, saat saya bertelpon dengan bapak M. Nuh (yang sedang berkantor disana), ternyata seluruh bed di lantai 4 sudah penuh pasien covid. Alhamdulillah robot RAISA masih setia ikut merawat pasien di gedung tersebut. Ditargetkan akhir April 2020, lantai 5 sudah bisa diselesaikan dan diisi para pasien yang sedang antri masuk. Berikutnya lantai 6.

Ada sosok penting yang telah berjuang keras dibalik upaya kemanusiaan tersebut. Yang mencarikan dana, mengatur ijin pakai gedung ke Kemenkes, meminta tambahan SDM (perawat, cleaning service) ke ibu Khofifah Gubernur dan bapak Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim, hingga menjaga/ mengawasi para tukang dalam merenovasi disana adalah bapak M. Nuh, ketua MWA ITS, menteri Kominfo, menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di periode 2007 – 2013. Beliau dalam 1,5 bulan terakhir ini beralih kantor di gedung kosong, di sebelah RSUA tersebut, demi merajut nilai kemanusiaan, agama, kebersamaan, dan akademik.

Hari ini semua bed RSUA, khususnya di lantai 4 gedung perluasan sudah terisi penuh pasien, beserta seluruh kegiatan merawat covid. Masya Allah…. Semoga Pak Nuh, para dokter dan seluruh pejuang kesehatan senantiasa diberi kesehatan yang prima, termasuk Robot RAISA tentunya. [kun]

Penulis adalah Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari 





Apa Reaksi Anda?

Komentar