Sorotan

Rendi Irwan Menampik Uzur di Persebaya

Sepanjang Liga 1 2019, dalam 29 pertandingan, gelandang serang Persebaya Rendi Irwan Saputra tak sekali pun pernah bermain penuh waktu. Tercatat dia 14 kali bermain di babak kedua sebagai pemain pengganti, delapan kali digantikan pada babak kedua, dan tujuh kali tidak bermain sama sekali.

Saya tidak tahu pasti mengapa Rendi tidak pernah bermain 90 menit. Dugaan paling mudah tentu saja stamina. Rendi tergolong pemain paling senior di Persebaya: berusia 32 tahun pada 26 April lalu. Dia punya kecepatan, kemampuan drible bola yang bagus. Namun stamina membuatnya tak bisa konsisten.

Satu-satunya pertandingan yang dijalani selama 90 menit oleh Rendi adalah partai tandang melawan Madura United, di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (2/12/2019). Ini partai ke-30 Liga 1, dan Rendi menjadi bagian penting dalam mesin tempur Persebaya yang menghajar tuan rumah 3-2.

Rendi melakukan semuanya sejak peluit sepak awal: bergerak, berlari, mengoyak dari sayap, memberikan operan-operan kunci, melakukan pressing, dan menampik uzur. Rendi adalah ancaman konstan bagi pertahanan Madura United malam itu.

“Peranan Rendi cukup sentral di depan. Saya melarang Rendi untuk turun sebagai gelandang, tapi menemani David di depan. Ternyata begitu Rendi menemani David di depan sangat efektif. Banyak serangan mengalir yang datangnya dari Rendi,” puji pelatih Persebaya Aji Santoso.

Gol pertama David da Silva pada menit 16 tak lepas dari ikhtiar Rendi merangsek pertahanan Madura. Berawal dari pressing yang dilakukan Diogo Campos terhadap Alfath Fathier. Bola berhasil direbut dan dioperkan kepada Rendi yang berdiri bebas. Situasi tiga pemain Persebaya berhadapan dengan dua pemain bertahan Madura United.

Rendi masuk ke kotak penalti dan melakukan tembakan. Bola mengenai kaki Ante Bakmaz dan memantul ke kaki Da Silva. Kiper Muhammad Ridho maju untuk mempersempit ruang tembak. Namun Da Silva adalah sang predator. Persebaya unggul 1-0.

Persebaya tertinggal 1-2 setelah Aleksandar Rakic mencetak gol pada menit 53 dan Alberto Goncalves membuat gol indah pada menit 60. Namun mentalitas pemain Persebaya di bawah asuhan Aji layak mendapat pujian. Rendi menjadi salah satu pemain kunci yang menunjukkan mentalitas berani.

Taktik Aji yang menempatkan Rendi di depan untuk menyuplai bola bagi Da Silva memang jitu. Menit 64, Rendi memberikan operan kunci untuk pemain Brasil itu. Sayang bola tembakan Da Silva masih bisa ditepis Ridho. Namun serangan tanpa henti dari Persebaya berhasil membuat zona pertahanan Madura United goyah.

“Saya kalau pagi gym, sore latihan bersama tim,” kata Rendi. Dan malam itu, Rendi menunjukkan bahwa ‘no pain no gain’. Kelelahan dan rasa sakit itu terbayar impas.

Menit 83, pemain binaan kompetisi internal Persebaya itu mengoperkan bola kepada Diogo yang berlari kencang masuk ke dalam kotak penalti tanpa pengawalan. Kehilangan Greg Nwakolo tiga menit sebelumnya karena terkena kartu merah membuat kepercayaan diri pemain Madura United makin goyah.

Membiarkan Diogo membawa bola tanpa pengawalan dalam kotak penalti adalah awal bencana. Dia operkan bola kepada Da Silva yang langsung meneruskannya kepada Irfan Jaya. Pemain asal Sulawesi Selatan itu berhasil mengecoh Rendika Andika Rama dan melepaskan tembakan. Bola lagi-lagi berhasil ditepis Ridho. Namun bola jatuh di kaki Da Silva yang menceploskannya ke mulut gawang.

Peran Rendi dengan sempurna ditutup pada menit 88. Filosofi passing play Aji terlihat: serangan dibangun dari belakang dengan operan pendek dari sisi kanan pertahanan sendiri. Abu Rizal Maulana mengoperkan bola ke Rendi. Rendi kembali ke Abu Rizal. Pemain Madura Guntur Ariyadi mencoba mengintersep bola. Namun bola kembali ke kaki Rendi yang langsung mengoperkannya kepada Diogo.

Serangan pun dipercepat. Diogo memberikan kepada Irfan Jaya di sisi kanannya. Irfan membawa bola. Rendi mendadak muncul dari belakang dan menerima bola dari Irfan. Hanya butuh satu sentuhan bagi Rendi untuk mengoperkan kembali bola ke depan ke arah Irfan yang berlari masuk ke kotak penalti.

Para pemain bertahan Madura United terkecoh oleh Diogo yang ikut bergerak seolah-olah menyongsong operan Rendi. Jebakan offside gagal, karena Irfan dan Diogo bergerak bersamaan dengan operan bola dan Bakmaz menjadi pemain Madura United terakhir yang tidak ikut naik memasang jebakan offside.

Lalu sisanya adalah sejarah: Irfan berhadapan dengan Ridho dan menempatkan bola di gawang sebelah kanan Ridho. Ini gol dengan skema ‘passing play’ terbaik Persebaya musim ini. Dan semuanya tak lepas dari penolakan Rendi untuk disebut uzur.

“Rendi adalah man of the match,” kata Kukuh Ismoyo, salah satu Bonek yang dikenal sebagai Paido Boyz alias tukang kritik. Saya rasa kali ini dia percaya, bukan saatnya untuk memaido (mengecam) Persebaya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar