Sorotan

Rencana Strategis Pep Guardiola

Oryza A Wirawan

Tahun 2016, Marti Perarnau menerbitkan buku berjudul Pep Guardiola Evolution. Buku ini menjabarkan kekuatan taktik dan filosofi bermain Pep Guardiola yang saat ini melatih Manchester City. Bersama City, Pep berhasil meraih gelar juara Liga Inggris, Piala Inggris, dan Piala FA.

Salah satu bab berjudul Strategic Planning yang menjelaskan rencana strategis Pep. Saya menerjemahkan sebagian untuk pembaca Beritajatim.com.

***

Pada awal proyek baru, Pep menyiapkan rencana strategis. Ini akan menjadi panduan saat dia bekerja untuk memberikan pengetahuan dan alat yang diperlukan timnya untuk mengembangkan jenis sepak bola yang dia inginkan. Rencananya memperhitungkan konteks kompetitif di sekitarnya ditambah keterampilan khusus dan profil orang-orang dalam skuatnya. Inilah yang dia lakukan di Bayern dan, menggunakan pendekatan yang membuatnya sukses selama tujuh tahun di puncak, dia akan melakukannya lagi di Manchester City. Rencana tersebut berkaitan dengan elemen-elemen berikut:

• Model bermain
• Dasar-dasar permainan
• Metodologi pelatihan
• Perencanaan pertandingan
• Taktik
• Menyempurnakan keseimbangan teknis / taktis
• Menganalisis lawan dan konteks persaingan

Ini juga mencakup beberapa elemen yang tidak terkait dengan sepak bola. Semuanya berurusan dengan aspek manajemen manusia:

• Nutrisi
• Pencegahan cedera
• Rehabilitasi
• Penyembuhan
• Persiapan psikologis
• Budaya tim

Jelas, setiap rencana strategis harus lebih komprehensif daripada model permainan atau sistem dan taktik spesifik yang digunakan dalam setiap pertandingan. Ini adalah kerangka kerja Guardiola selama tiga tahun yang mana dia akan mengembangkan idenya dan membantu para pemainnya untuk mencapai potensi mereka.

Konsep di balik keputusan taktisnya terus berubah merespons semua elemen kompetisi yang berbeda: siapa lawanny;, apa yang terjadi dalam skuatnya sendiri; semangat tim (individu dan kelompok); kebugaran fisik timnya; kemampuan taktis mereka; dan tuntutan kalender sepak bola yang tak berujung. Ide-idenya hidup, melalui transformasi ajeg seiring berlalunya waktu dan terungkpanya rencana strategisnya.

Jika kita menganggap rencana strategis sebagai bingkai kanvas, maka taktiknya adalah sapuan kuas dengan perkembangan artistik karya seni yang akan dia ciptakan. Meskipun istilah ini sering digunakan, namun taktik muncul sekali strategi sudah siap. Strategi tentang ‘apa’ dan ‘mengapa’. Taktik memberitahu Anda ‘bagaimana’ dan ‘kapan’. Strategi memberi tahu ke mana tujuan kita; taktik, memberitahu bagaimana kita pergi ke sana.

Apakah yang disebut taktik, Pep?
Taktik adalah tentang memastikan bahwa setiap pemain tahu persis apa dia harus lakukan setiap saat dan di setiap posisi yang dia tempati selama pertandingan.

Apakah Anda harus menyesuaikan taktik Anda dengan siapa pun Anda bermain?
Tentu saja. Kami tidak bermain dalam ruang hampa. Kami bermain melawan lawan yang memiliki keterampilan dan bakat mereka sendiri dan kita harus mengetahuinya luar dalam. Kami harus memindai mereka secara menyeluruh, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, dan kemudian beradaptasi dengan mereka. Tanggung jawab kami adalah untuk mengetahui dengan tepat siapa yang kami lawan dan mengubah taktik kami sesuai dengan itu. Dan masing-masing dari pemain kami harus tahu rival mereka juga dan persis mengerti apa yang harus dilakukan lakukan dalam setiap situasi.

Jadi apa yang terjadi jika lawan Anda tidak bermain seperti biasanya atau tiba-tiba mengganti rencana permainan di tengah pertandingan?
Kami akan memikirkan sebelumnya bagaimana mengatasinya. Dan ketika saya mengatakan “kami” yang saya maksud adalah kami, sebagai sebuah tim. Setiap orang perlu tahu persis bagaimana harus bereaksi jika tim harus merespons perubahan taktik lawan kami. Tidak masalah jika itu terjadi pada permulaan dan mereka keluar untuk bertahan dengan lima orang, alih-alih dengan empat pemain seperti biasa atau jika ada pergeseran taktis di tengah pertandingan. Kami harus melalui setiap dan semua kemungkinan dalam latihan, jadi para pemain memahami mereka dan dapat mengatasinya secara instan jika itu terjadi.

Jadi pengetahuan dan persiapan seperti ini lebih penting daripada model yang Anda gunakan atau formasi awal Anda?
Pastinya. Kecakapan taktis bukan tentang menghasilkan banyak angka, ini tentang mengetahui apa yang harus dilakukan setiap saat.

Guardiola lebih ahli taktik daripada ahli strategi. Keahliannya adalah mempersiapkan pertempuran dan dia unggul dalam menyusun rencana taktik yang tepat untuk setiap pertandingan. Ketika dia tiba di Jerman, pemikiran strategisnya kurang berkembang sepenuhnya dan selama berada di sana, dia bekerja keras untuk mengembangkan aspek ini. Dia sekarang menjadi ahli strategi yang jauh lebih cakap dan menangani tahap perencanaan dengan lebih serius. Sayangnya sisi negatifnya adalah dia bisa merasakan frustrasi dan kekecewaan pribadi kendati berkali-kali menang. Timnya mungkin menang, namun jika mereka tidak berada di jalur yang benar, ini bisa terasa lebih buruk ketimbang kalah. Hasil jangka pendek harus selalu diukur dalam konteks tujuan jangka panjang.

Pers dan penggemar sama-sama bisa terkejut dan bingung dengan wajah Pep yang merajuk setelah timnya baru saja meraih kemenangan fantastis. Namun ini adalah caranya melindungi dirinya sendiri dan dia sering kali lebih pendiam saat menang daripada saat kalah. Pertumbuhan dan perkembangan tim sepak bola bukan hanya sebuah produk dari sejumlah kemenangan yang mereka raih, namun itu didorong oleh kemampuan mereka untuk belajar. Dari kemenangan dan kekalahan.

Hasil pertandingan bisa menimbulkan kebahagiaan atau kesengsaraan tetapi ini semua adalah reaksi emosional, bukan penilaian rasional. Marcelo Bielsa menyebut kesuksesan sebagai ‘penipu’ dan Garry Kaspárov juga sering memperingatkan bahayanya: ‘Saya menyebutnya ancaman kesuksesan. Ketika Anda menang, Anda menciptakan ilusi bahwa semuanya baik-baik saja dan ada godaan yang sangat besar untuk hanya berfokus pada hasil yang positif daripada semua hal yang salah (atau bisa saja salah). Kita semua ingin untuk merayakan kemenangan, bukan menganalisisnya. Kita berulang kali merayakan momentum kejayaan sampai kita mulai berpikir itu tak terhindarkan. . . Kepuasan adalah musuh yang berbahaya dan dapat menyebabkan Anda mengabaikan kewaspadaan, kehilangan peluang dan membuat kesalahan. Ini semacam paradoks. Sukses dan kepuasan adalah tujuan akhir kami, namun dalam jangka pendek mereka dapat menciptakan pola perilaku negatif yang menghancurkan peluang kita untuk sukses besar dan memperoleh kepuasan yang dalam’.

Diperkuat saran dari orang-orang yang dipercayai dan disukainya, Guardiola terus meletakkan kemenangan di atas tujuan lainnya. Tapi sekali mengamankan kemenangan itu, dia akan sangat hati-hati mengelola dampak-dampaknya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar