Iklan Banner Sukun
Sorotan

Prestasi Hingga PR Badrut Tamam di 3 Tahun Kepemimpinan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah) bersama siswa di sela peresmian Sekolah Tangguh di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Bina Husada Pamekasan, Jl Dirgahayu, Pamekasan, Kamis (23/9/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan,dibawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam menorehkan bersgam prestasi khususnya selama tiga tahun masa kepemimpinannya bersama (Almarhum) Raja’e.

Prestasi tersebut diawali dengan program Mall Pelayanan Publik (MPP) di kompleks Islamic Centre, Jl Raya Panglegur, Tlanakan. Bahkan launching program tersebut juga dilakukan sebelum memasuki 100 hari masa kerja, sehingga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia atau yang lebih akrab disebut MURI.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manajer MURI, Arman Raharjo dalam kegiatan ‘Sokkoran 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan’ di area Monumen Arek Lancor, Sabtu (2/3/2019) lalu.

Memang selama tiga tahun memimpin kabupaten dengan dengan luas 792,2 km², pasangan pemimpin muda yang kerap disebut Berbaur (saat masih ada Alm Raja’e) melaksanakan beragam lompatan program melalui spirit Pamekasan Hebat menuju Pamekasan Bhajra, Rajjha tor Parjugha.

Semangat tersebut juga tidak lepas dari upaya Badrut Tamam untuk memberikan pengabdian terbaik, sekaligus dapat membawa daerah yang dipimpinnya dapat bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia.Khususnya dalam sektor pembangunan daerah.

Bersama Almarhum Raja’e, bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam juga kerap mengeluarkan beragam program inovatif yang digagas dengan tagline program prioritas. Meliputi sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, serta pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

Untuk sektor pendidikan, pemerintah kabupaten (pemkab) Pamekasan dibawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam merealisasiikan program beasiswa bagi santri, siswa berprestasi, kedokteran dan jenjang lainnya. Termasuk bidang kesehatan melalui layanan Pamekasan Call Care (PCC) hingga mobil sigap.

Sektor ekonomi lebih dominan melalui program Wirausaha Baru (WUB) yang dikenal dengan tagline program Saputangan Biru, program tersebut direalisasikan sebagai upaya mewujudkan 10 ribu Wirausaha Baru di Pamekasan.

Termasuk juga program pembangunan infrastruktur yang digagas melalui tagline Rujak Corek (Infrastruktur Jalan dan Jembatan) yang disebar secara berkesinambungan di setiap kecamatan di kabupaten yang mengusung Motto Mekkas Jatna Paksa Jenneng Dibi.

Namun dari beragam prestasi dan program tersebut, terdapat sejumlah program yang masih menjadi ‘tugas berat’ untuk direalisasikan sekaligus menjadi pekerjaan rumah di bawah kepemimpinannya. Satu di antaranya reformasi birokrasi, di mana dalam beberapa tahun terakhir selalu disorot karena adanya kekosongan pejabat.

Kondisi tersebut justru berakibat pada pada realisasi program pemerintah sekaligus sektor serapan anggaran, apalagi terdapat sekitar 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diisi oleh pejabat dengan status Pelaksana Tugas alias Plt.

Termasuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) yang saat ini ditempati pejabat dengan status Pelaksana Tugas Harian (Plh). Jabatan lainnya juga masih diisi pejabat dengan status Plt, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi dan UKM, dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Termasuk juga posisi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP TSP), RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BK-SDM), serta Dinas Perikanan dan Kelautan (DPP).

Bahkan di antara kekosongan jabatan tersebut, terdapat satu orang pejabat justru menempati tiga jabatan strategis di lingkungan Pemkab Pamekasan. Seperti Ajib Abdullah yang menempati posisi sebagai Plh Sekda Pamekasan, Plt Kepala Dishub, serta Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura (DPTH).

Hal serupa juga terdapat pada posisi Asisten Bupati merangkap jabatan sebagai Plt Kadis Kepegawaian dan SDM, yakni Nurul Widiastuti. Termasuk juga Muharram yang merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kondisi tersebut tentunya menjadi tugas berat bagi Bupati Badrut Tamam yang hingga saat ini juga belum mendapatkan parthner sebagai suksesor Almarhum Raja’e. Sehingga pihaknya harus melaksanakan tugas sekaligus menjalankan program demi mewujudkan masyarakat Pamekasan sejahtera. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar