Sorotan

Demokrat Berpeluang Menang Lagi, Koalisi Unjuk Gigi

Peta Politik Pilkada Kabupaten Pacitan 2020

Endra Dwiono, wartawan beritajatim.com yang bertugas di Madiun Raya

Berbicara Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pacitan, peluang besar calon bupati (Cabup) yang menang adalah cabup yang diusung dari Partai Demokrat. Mengapa begitu? Historis dan pengalaman bertahun-tahun yang berbicara.

Indartato, bupati yang saat ini menjabat contohnya. Dia melenggang mudah selama dua periode ini dengan sokongan dari partai berlambang bintang mercy tersebut. Bahkan, pada Pilkada tahun 2015 lalu, Indartato yang berpasangan dengan Yudi Sumbogo, menang telak dengan perolehan suara sebanyak 78 persen dari lawannya Bambang Susanto dan Sri Retno Dhewanti.

Ada alasan yang juga penting. Partai Demokrat sangat superior di Kabupaten yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa itu, tidak lepas dari sosok Presiden ke-6 RI atau Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Karena asli kelahiran Pacitan, sosok SBY memunyai pengaruh besar disana. Maka tidak heran, jika mengutip pernyataan dari pengamat politik dari Birru Riset Center Guntur Seto Prabandaru, bahwa pertarungan sesungguhnya para cabup pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pacitan tahun 2020 adalah memperebutkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Tidak heran, para kandidat cabup yang berhasrat maju pada Pilkada tahun ini, hendaknya berlomba-lomba untuk menaikkan tingkat popularitas dan elektabilitasnya. Supaya bisa dipilih oleh Partai yang diketuai oleh Agus Harimurti Yudoyono tersebut.

Apalagi pada Pileg Pacitan tahun 2019 lalu, Partai Demokrat merebut 96.925 suara (28,9%), disusul Golkar (17,21%), lalu PDIP (11,01%). Dengan hasil itu, Partai Demokrat pun menguasai 14 dari 45 kursi di DPRD Kabupaten Pacitan. Dari 6 daerah pemilihan (dapil), rata-rata ada dua anggota legislatif dari partai tersebut.

Dengan begitu, tentunya memudahkan partai untuk konsolidasi terkait dukungan cabup dari partai ini. Sebab, melihat riwayat perolehan suara dalam Pilkada 2015 lalu, pasangan yang diusung Partai Demokrat mendominasi di seluruh wilayah Pacitan. Dengan catatan yang mentereng itu, Partai Demokrat tentunya sangat percaya diri jika langsung mengusung paslon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2020, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Di dalam internal Partai Demokrat, ada sejumlah kader yang terang-terangan akan maju pada Pilkada kali ini. Di antaranya wakil bupati Yudi Sumbogo, Ketua DPRD Indrata Nur Bayu Aji dan ketua fraksi Partai Demokrat Ronny Wahyono.

Mereka saat ini sedang menjalani konvensi yang diadakan pantainya. Selain dari kalangan internal, konvensi itu juga diikuti oleh sejumlah tokoh dari luar partai. Seperti Guru Besar Unnes Prof Sudijono Satroatmojo, Afghani Wardhana, Dosen Unibraw Sudjatno, Pengacara Sugeng Nugroho dan pengusaha Winarni.

Namun, akhir-akhir ini dua bacabup dari Partai Demokrat yang menguat adalah Indrata Nur Bayu Aji dan Ronny Wahyono. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Aji sapaan akrab Indrata Nur Bayu Aji mengeklaim 99 persen yakin mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat.

Optimisme itu Dia sampaikan dalam acara jumpa pers di Pendapa SBY di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan. Saat jumpa pers itu, Aji didampingi oleh beberapa perwakilan partai di luar Partai Demokrat.

“Dari melihat hasil seleksi yang sedang berjalan, serta bertolok ukur pada hasil survei yang ada, saya optimistis 99 persen yakin,” kata politisi yang merupakan keponakan SBY itu.

Meski sudah merasa yakin soal rekomendasi bacabup, Aji masih enggan bicara soal kriteria bacawabup pilihannya. Dia menyerahkan proses bacawabup tersebut ke DPP Partai Demokrat. Yang terpenting bagi dirinya, menekankan bahwa dia merupakan bacabup Pacitan. Sebab, dirinya mendapatkan dukungan dari masyarakat juga keluarganya.

Selain itu, memang proses yang dilalui selama ini bertujuan untuk menjadi AE 1 Pacitan. Aji memperkirakan rekomendasi akan turun dalam waktu-waktu dekat.

Sementara itu, Ronny Wiyono mengungkapkan dirinya sudah berusaha keras dalam konvensi bacabup di Partai Demokrat. Untuk persoalan kepastian rekomendasi dari DPP akan jatuh ke tangan siapa, dirinya menyatakan menerima dengan tangan terbuka. Dia tawakal dan pasrah, sebab selama ini sudah berdoa dan berusaha keras.

“Saya serahkan kepada Allah, karena 100 persen milik Allah. Saya tidak berani ngomong berapa-berapa persen,” kata mantan Ketua DPRD Pacitan periode 2014-2019 itu.

Dengan jumlah 14 kursi di parlemen, Partai Demokrat memang bisa mengusung paslon sendiri. Namun, Partai Demokrat mengaku belum menutup pintu koalisi. Partai lain masih memiliki kesempatan untuk merapat. Sekalipun, sifatnya hanya sebagai partai pendukung.

“Kami welcome kalau memang ada koalisi pendukung dari partai lain,” kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan Sugiharto.

Terkait 9 partai yang terlihat hadir dalam jumpa pers yang dilakukan oleh kandidat bacabup Indrata Nur Bayu Aji, Sugiharto menilai itu baru sebatas dukungan individu. Belum merujuk pada sebuah koalisi partai.

Dia memastikan, pengurus menunggu keputusan dari DPP, terkait siapa bacabup dan bacawabup yang akan diusung oleh partainya dalam Pilkada Pacitan tahun ini.

“Dalam posisi sekarang, Partai Demokrat di tengah-tengah, tidak mendukung kandidat bacabup maupun bacawabup tertentu,” katanya.

Meski dalam dua dekade terakhir Partai Demokrat begitu superior, tidak lantas membuat demokrasi di Pacitan redup. Selalu saja bermunculan paslon penantang. Calon penantang itu berasal dari partai-partai yang berkoalisi.

Dengan kekuatan 9 kursi yang ada di DPRD Pacitan, beberapa waktu yang lalu Partai Golkar mengadakan penjaringan bacabup di internal partai. Dalam penjaringan tersebut, menghasilkan lima nama, yakni Effendi Budi Wirawan, Almira, Gagarin, Lancur, dan Prabowo.

Kabarnya dari lima nama itu, hanya tiga nama yang lolos administrasi. Yakni Effendi Budi Wirawan, Almira, dan Gagarin. Ketiganya masih menunggu keputusan DPP dalam memutuskan rekomendasi akan diberikan salah satu diantara mereka.

Dominasi bupati dari Partai Demokrat yang langgeng puluhan tahun, nampaknya akan mendapatkan hadangan dari Gagarin. Sembari menunggu rekomendasi turun, Gagarin giat melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain.

Alhasil, politikus yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Pacitan itu, sudah mengantongi dukungan dari PDIP yang memiliki 6 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem 2 kursi, dan PKB 5 kursi. Jika itu terwujud, tentunya akan ada koalisi gemuk yang akan menantang bahkan bisa saja menggulingkan kedikdayaan paslon Partai Demokrat di Pacitan.

Partai Nasdem Pacitan menyatakan ada visi yang sama antara partainya, PDIP, PKS dan PKB dalam mengusung Gagarin sebagai penantang cabup dari Partai Demokrat. Wakil Ketua Bidang OKK DPD Nasdem Pacitan Eko Hadi Susilo menyatakan mesti belum ada kesepakatan tertulis dengan ketiga parpol tersebut, namun pihaknya sudah melakukan silaturahmi dan adanya pandangan yang sama dengan ketiga parpol tersebut.

Meski sudah ada mandat dari DPP untuk mendukung Gagarin, Eko menyebut partainya tidak terlalu menggebu menyodorkan nama cawabup. Dia beralasan Partai Nasdem hanya mempunyai dua kursi di DPRD Pacitan. Berbeda dengan PDIP dan PKB yang masing-masing memiliki 6 dan 5 kursi di parlemen Pacitan.

Sementara itu Ketua LPP DPC PKB Pacitan Isha Anshori mengungkapkan meski rekomendasi resmi belum keluar, namun Dia tetap yakin rekomendasi akan turun kepada Gagarin. Pertimbangannya adalah komunikasi politik selama ini yang sudah terjalin. Termasuk mengenai kesepakatan memberikan jatah bacawabup ke kader PKB.

Isha menyebut ada beberapa nama yang diusulkan menjadi bacawabup mendampingi Gagarin dari PKB. Antara lain mantan Kepala Kemenag Pacitan M. Nurul Huda, pengasuh Ponpes Tremas Gus Lukman, KH. Abdullah Sadjat, KH. Muhammad Thoha, Achmad Ihsan, Wakil Ketua DPRD Pacitan Fibri Irwan dan dirinya sendiri.

“Kami berharap ada kader NU bisa muncul sebagai AE 2. Seperti yang pernah dibahas di konsolidasi NU dan PKB,” katanya.

Sejumlah nama itu, akan diputuskan lewat tradisi halakah alias dimintakan pertimbangan kepada para kiai sepuh di Pacitan. Tradisi tersebut, ditargetkan bisa dilaksanakan di awal bulan Agustus. Dengan bacawabup dari kader NU, diharapkan ke depan bisa mewakili kaum nahdliyin di Pacitan.

Catatan Gagarin sebagai peraih suara terbanyak dengan 9.718 suara pada Pileg 2019 lalu, seakan sukses memberi noda pada Partai Demokrat yang mengeklaim Pacitan kandang mereka. Saat itu, Indrata Nur Bayu Aji, caleg Partai Demokrat yang meraih suara terbanyak partai, hanya mencatat 6.362 suara. Gagarin yang pernah mencatatkan noda itu, tentu menjadi sinyal berbahaya bagi Partai Demokrat pada Pilkada kali ini. [end/but]

Kursi DPRD Kabupaten Pacitan (45)

1. Partai Demokrat 14 kursi.
2. Partai Golkar 9 kursi.
3. PDI Perjuangan 6 kursi.
4. PKB 5 kursi.
5. Partai Hanura 3 kursi.
6. PKS 2 kursi.
7. Partai Gerindra 2 kursi.
8. Partai Nasdem 2 kursi.
9. PPP 2 kursi.





Apa Reaksi Anda?

Komentar