Sorotan

Peta Politik Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020

Misti Prihantini alias Titin wartawati beritajatim.com di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto bersama 18 Kabupaten/Kota di Jawa Timur akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Ini setelah pemerintah dan Komisi II DPR RI resmi menyetujui pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 digelar pada, 9 Desember 2020 mendatang.

Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 Kabupaten Mojokerto berpenduduk sebanyak 1.117.688 jiwa dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah  (APBD) sebesar Rp 2,5 triliun.

Sebelumnya gelaran pesta demokrasi lima tahun tersebut dijadwalkan digelar tanggal 23 September 2020. Namun lantaran pandemi Covid-19, sehingga Pilkada Serentak harus ditunda.

Seiring dengan dijadwalkan kembali Pilkada Serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melanjutkan tahapan Pilkada. Termasuk di Kabupaten Mojokerto.

Tahapan Pilkada sudah kembali dimulai sejak pertengahan bulan Juni 2020 lalu. Dengan mundurnya pemungutan suara selama tiga bulan, secara otomatis KPU Kabupaten Mojokerto bergelut dengan sederet tahapan yang sebelumnya tertunda. Diantaranya, singkronisasi daftar pemilih pemilu dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).

KPU Kabupaten Mojokerto juga telah melewatkan agenda penyusunan daftar pemilih. Tak hanya itu, anggaran sebesar Rp 20 milyar yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ke KPU Kabupaten Mojokerto juga dibekukan. Pembekuan ini setelah Kemendagri berupaya mengalihkan seluruh anggaran untuk penanganan Covid-19.

Tahapan Pilkada Serentak yang tertunda dan akan kembali dilanjutkan dengan syarat harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. Meliputi tahapan pembentukan PPDP, verifikasi faktual calon perseorangan (sudah selesai) sekaligus pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih, termasuk pengaktifan kembali panitia ad hoc penyelenggara pemilu/pemilihan (PPK, PPS, KPPS) Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

Daftar calon pemilih akan  berpatokan sesuai data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2019 yakni 831.172 pemilih. Nantinya data DPT tersebut akan kembali dimutakhirkan. Sedangkan estimasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk kebutuhan Pilkada Serentak 2020 yaitu sebanyak 1.719 TPS. Namun akan ada rencana perluasan atau penambahan TPS untuk menghindari kerumunan massa selama pandemi Covid-19.

Sementara tahapan pengumuman pendaftaran calon Bupati/Wakil Bupati dari partai politik (parpol) sekitar tanggal 28 September 2020. Adapun syarat pencalonan dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto, setiap pasangan calon kepala daerah wajib didukung partai atau koalisi partai politik dengan jumlah kursi parlemen minimal 10 kursi.

Dari 16 partai politik yang berlaga pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, 11 partai politik (parpol) melenggang lolos ke kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

Partai yang lolos tersebut adalah PKB (10 kursi), PDI-P (9 kursi), Partai Golkar (6 kursi), Partai Demokrat (5 kursi), PPP (5 kursi), PKS (4 kursi), Partai Gerindra (3 kursi), Partai Nasdem (3 kursi), PAN (2 kursi), Partai Hanura (2 kursi) dan PBB (1 Kursi).

Dari peta perolehan suara pemilu legislatif   tergambar jelas kaum nahdliyin dan abangan memperoleh suara terbanyak di Kabupaten Mojokerto dengan rincian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 10 kursi dan Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) sebanyak 10 kursi di parlemen.

Dari kuatnya dukungan masyarakat di wilayah Mojokerto ini muncul tiga pasangan yang akan bertarung dalam pemilihan bupati nanti.

1. Pungkasiadi – Titik Masudah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengeluarkan rekomendasi kepada Pungkasiadi-Titik Masudah maju sebagai pasangan bakal calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Rekomendasi yang diberikan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk pasangan Pungkasiadi – Titik Masudah diumumkan DPP PDI-P pada, Jumat (17/7/2020).

Nama Pungkasiadi-Titik muncul dalam deretan 45 pasangan calon kepala daerah se-Indonesia yang mendapatkan rekomendasi PDI-P. Rekomendasi PDI-P ini sekaligus menjawab teka-teki sosok dan partai yang digandeng Pungkasiadi. Sebelumnya, sempat muncul beberapa sosok yang telah dimunculkan ke publik. Salah satunya adalah Jauharoh Said yang merupakan bos travel dan umroh.

Pasangan ini sebelumnya dikabarkan telah mendapatkan restu dari ulama berpengaruh di Kabupaten Mojokerto, yakni KH Chusaini Ilyas. Namun akhirnya Jauharoh Said mundur. Terkait jumlah dukungan 10 kursi di parlemen sudah dipenuhi pasangan Mas Pung-Mbak Titik dengan adanya dukungan dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang memiliki satu kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

Ini lantaran PBB sudah memberikan rekomendasi pencalonan kepada incumbent beberapa bulan lalu. Dengan demikian, jika ditambah dengan jumlah kursi parlemen yang dimiliki oleh PDI-P, maka syarat dukungan minimal sudah dipenuhi. Pungkasiadi yang mendapatkan rekomendasi dari PDI-P untuk maju dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Mojokerto merupakan kader PDI-P.

Saat ini Pungkasiadi menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Mojokerto. Pungkasiadi juga merupakan Bupati Mojokerto baru 6 bulan sejak Januari 2020 lalu. Pada Pilkada Kabupaten Mojokerto 2015 lalu, Pungkasiadi maju sebagai Wakil Bupati berpasangan dengan Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan menjadi pemenang Pilkada Kabupaten Mojokerto pada 2015.

Keduanya akhirnya ditetapkan sebagai pasangan pemimpin di Kabupaten Mojokerto. Namun karena tersandung kasus korupsi, MKP tidak bisa meneruskan masa jabatannya sebagai Bupati Mojokerto. Sehingga Pungkasiadi akhirnya dilantik menjadi Bupati Mojokerto menggantikan MKP pada pertengahan bulan Januari 2020 lalu.

Sedangkan Titik Masudah, bakal calon wakil bupati yang berpasangan dengan Pungkasiadi merupakan kader Fatayat NU. Pada periode 2015-2020, Titik menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU. Perempuan kelahiran Mojokerto ini juga merupakan adik kandung dari Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia yang merupakan politikus PKB, Ida Fauziyah.

Pasangan ini dikabarkan sedang mengincar rekomendasi dari DPP PKB sebagai partai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dengan 10 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

2. Yoko Priyono – Choirunnisa

Pasangan Yoko Priyono – Choirunnisa resmi mengantongi rekom Partai Golkar. Surat Keputusan (SK) disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Airlangga Hartanto di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta pada, Minggu (12/7/2020) lalu. Yoko Priyono merupakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Mojokerto.

Pria kelahiran Mojokerto ini berpengalaman selama 33 tahun menjadi birokrat, 4 tahun di kepegawaian, 19 tahun di perencanaan pembangunan. Selebihnya di perizinan, pendidikan dan koperasi. Turunnya rekom Partai Golkar tersebut juga menghapus asumsi miring terhadap pasangan ini. Bakal calon pasangan ini diragukan karena hanya dianggap check sound, padahal keduanya kerap melakukan aksi tertutup dan jauh ke pelosok desa.

Terbaru dan menarik, Yoni mendapatkan rekomendasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Pernyataan dukungan dan penyerahan rekomendasi diserahkan kepada pasangan Yoko-Nisa di Kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7/2020).

Otomatis keduanya sudah mengantongi 11 kursi, yakni dari Partai Golkar 6 kursi dan PPP 5 kursi. Sehingga dari sisi dukungan partai, pasangan ini sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Mojokerto sebagai kontestan Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

Sekedar diketahui, Choirunnisa merupakan kader Muslimat NU dan pernah menjadi Wakil Bupati berpasangan dengan Mustofa Kamal Pasa di periode pertama pemerintahannya yakni tahun 2010-2015. Tokoh di dunia pendidikan ini juga kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2015 bersama Arifudinsyah.

Namun pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB dan Partai Hanura ini dicoret oleh KPU Kabupaten Mojokerto sebagai peserta Pilkada Kabupaten Mojokerto 2015-2020. Pencoretan pasangan nomor urut satu tersebut dari sengketa TUN atas rekomendasi dukungan dari DPP PPP kubu Djan Farid untuk pasangan Nisa-Arif merupakan rekayasa. Nomor rekomendasi tersebut untuk pasangan Calon Bupati Banyuwangi.

3. Ikfina Fahmawati – Muhammad Al Barra

Pasangan Ikfina Fahmawati – Muhammad Ali Barra (Ikbar). Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto MKP yang lengser karena terjerat kasus korupsi dan ditangkap oleh KPK. Sedangkan Barra merupakan putra Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim. Pasangan Ikbar mengklaim telah mengantongi rekomendasi dari enam partai yang total menguasai 19 dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

Enam partai tersebut yakni NasDem 3 kursi, Partai Hanura 2 kursi, PAN 2 kursi, PKS 4 kursi, Partai Gerindra 3 kursi serta Partai Demokrat 5 kursi. Jika diakumulasi kursi dari ke enam parpol berjumlah 19 kursi tersebut, sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan Ikbar ke KPU Kabupaten Mojokerto. Istri mantan Bupati Mojokerto, MKP ini gencar mencari dukungan.

Ikfina aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah komunitas yang dibinanya selama menjabat sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mojokerto selama tujuh tahun lebih. Diantaranya, Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi). Ini terlihat saat acara Himpaudi di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto pada akhir tahun 2019 lalu.

Ikfina hadir dalam acara Penyuluhan dan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudarayang digelar Fatma Foundation pada, Jumat (13/12/2019). Fatma Foundation merupakan organisasi yang didirikan istri mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Fatma Saifullah. Bahkan Tim Pemenangan sudah dibentuk sebelum muncul nama calon wakil yang akan digandengnya maju dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

Sebelum menggandeng Muhammad Ali Barra yang akrab disapa Gus Barra, Tim Pemenangan Ikfina memunculkan sejumlah nama yang bakal digandeng sebagai wakil yakni politisi Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto M Sholeh, putra pengasuh Ponpes Salafiyah Al Misbar KH Chusaini Ilyas yakni M Syukron Fahmi serta putra pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim lainnya yakni Muhammad Habibur Rohman atau Gus Habib.

Kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto 50

1. PKB 10 kursi

2. PDIP 9 kursi

3. Partai Golkar 6 kursi

4. Partai Demokrat 5 kursi

5. PPP 5 kursi

6. PKS 4 kursi

7. Partai Gerindra 3 kursi

8. Partai Nasdem 3 kursi

9. PAN 2 kursi

10. Partai Hanura 2 kursi

11. PBB 1 Kursi





Apa Reaksi Anda?

Komentar