Sorotan

Menentukan Awal Ramadan

“Ya Allah, berkahi kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikan kami pada bulan Ramadan”.

Doa dan harapan di atas sangat populer di kalagan umat Islam, khususnya saat memasuki bulan ketujuh dan kedelapan kalender hijriyah, yakni pada bulan Rajab dan Sya’ban. Tujuannya hanya satu, yakni agar mendapat kesempatan beribadah pada bulan penuh berkah dan maghfirah, Ramadan.

Beragam amalan dilakukan umat Islam saat memasuki dua bulan terakhir sebelum Ramadan, terlebih saat memasuki bulan Sya’ban yang terbilang sangat istimewa. Salah satunya malam Nisfu Sya’ban yang menjadi peristiwa diubahnya arah kiblat bagi umat Islam dari Masjid al-Aqso (Palestina) ke arah Ka’bah (Makkah al-Mukarromah).

Idealnya, malam Nisfu Sya’ban dianggap sebagai sesuatu yang istimewa karena tepat berada di tengah bulan Rajab dan Ramadan. Sekalipun keistimewaan bulan tersebut tidak hanya pada pertengahan bulan saja, tetapi justru sepanjang bulan.

Hal tersebut selaras dengan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saat ditanya salah satu sahabat tentang amalan berpuasa di bulan Sya’ban. “Ini (Sya’ban) adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan oleh orang-orang antara Rajab dan Ramadan, ini adalah bulan saat berbagai amal diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya suka amalan saya diangkat saat sedang berpuasa,”

Hadits tersebut juga dikuatkan dengan riwayat Aisyah Radiyallahu ‘Anha tentang kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa dalam satu bulan, kecuali bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat Nabi lebih banyak puasa dari Ramadhan selain di bulan Sya’ban,”

Berdasar hadits tersebut, puasa merupakan salah satu amalan yang paling sering dilakukan Rasulullah selama bulan Sya’ban. Selain berpuasa, amalan lainnya juga membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta amal harta seperti bersedekah, wakaf, serta berbagai amalan lainnya.

Menentukan Awal Ramadan
Penentuan awal Ramadan yang notabene sebagai kalender hijriyah tentunya berbeda dengan kalender Masehi yang selama ini sering digunakan oleh masyarakat umum, khususnya di Indonesia. Namun untuk menentukan awal maupun akhir dari sebuah kalender hijriyah, dapat ditentukan melalui melalui dua cara berbeda.

Perlu diketahui, sebuah hari dalam kalender hijriyah biasanya diawali dari terbenamnya matahari pada waktu setempat dan bukan saat tengah malam seperti kalender Masehi. Sementara untuk penentuan awal bulan tergantung pada penampakan bulan, sehingga satu bulan kalender Hijriyah bisa terhitung selama 29 atau 30 hari.

Hal tersebut juga lumrah dilakukan umat Islam dalam menentukan awal maupun akhir sebuah bulan dalam kalender hijriyah, sekalipun selama ini hanya sering diketahui saat memasuki awal Ramadan maupun akhir Ramadan untuk menentukan malam 1 Syawal (bulan ke-10 kalender hijriyah).

Setidaknya terdapat dua metode berbeda yang sering digunakan umat Islam dalam menentukan awal maupun akhir Ramadan, yakni metode hisab (hitungan matematis) dan metode rakyat atau aktivitas mengamati visibilitas hilal atau bulan.

Hisab, yakni perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Bahkan untuk Ramadan tahun ini, Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriyah pada Selasa (13/4/2021) mendatang.

Sementara pemerintah bersama sejumlah Ormas Islam biasanya menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan, dikenal dengan metode rakyat. Artinya rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau tanpa menggunakan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas mengamati visibilitas hilal atau penampakan bukan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadi konjungsi (ijtima’), biasanya dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam, karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan sinar matahari, termasuk dari aspek ukuran.

Sehingga jika hilal sudah terlihat, maka pada saat petang waktu setempat dinyatakan sudah memasuki bulan baru (kalender hijriyah). Namun apabila hilal tidak terlihat pada saat itu, maka awal bulan baru bisa ditetapkan pada hari berikutnya. [pin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar