Sorotan

Menagih Janji Gubernur Jatim Soal Banjir Pamekasan

Personil gabungan dan relawan, bahu membahu membersihkan sisa banjir di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Selasa (12/1/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Bencana banjir kembali terjadi di kabupaten Pamekasan, serta menggenangi hampir seluruh titik di wilayah perkotaan akibat tingginya intensitas hujan deras pada Senin (11/1/2021) kemarin.

Bahkan luapan banjir juga menggenangi sebagian besar jalan protokol di wilayah setempat, termasuk area alun-alun kota Pamekasan, yakni area Monumen Are Lancar juga tergenang luapan banjir akibat jalur sungai tidak mampu menampung banyaknya debet air.

Kondisi tersebut seyogyanya sudah disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau beberapa titik banjir di Pamekasan, Sabtu (19/12/2020) lalu. Bahkan pihaknya juga berencana untuk segera mengambil langkah mitigasi dan evaluasi secara komprehensif.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif guna mengatasi banjir akibat luapan kali jombang dan kali simajit di Pamekasan. “Kita harus segera melakukan proses mitigasi, sekaligus evaluasi secara komprehensif. Sebab persoalan banjir ini di antaranya akibat tingginya sedimentasi dan kondisi pintu air di beberapa aliran sungai tidak normal,” kata Khofifah Indar Parawansa.

“Ada beberapa titik yang harus kita lihat kembali, ada sedimentasi cukup tebal dan harus dilakukan pengerukan. Termasuk beberapa pintu air yang harus segera diperbaiki,” sambung Bunda Khofifah saat meninjau titik banjir Pamekasan, Desember 2020 lalu.

Kondisi Kali Semajid di Jl Trunojoyo, sebelum terjadi bencana banjir.

Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, sudah mengeluarkan rilis peringatan intensitas hujan yang relatif tinggi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, puncaknya sampai Februari dan harus diantisipasi hingga April 2021.

Dari itu pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Pemkab Pamekasan, Dinas PU SDA, serta Tim Balai PUPR di Jawa Timur. “Kebetulan saat ini ada ketua rumpun balai  PUPR yang sedang di Pamekasan, kita akan kordinasi dengan bersama pak Bupati bagaimana agar pintu air bisa segera dibenahi,” jelasnya.

Memang jauh sebelum memasuki musim hujan, kondisi aliran sungai di Pamekasan, salah satunya sepanjang Kali Semajid dipenuhi dengan ‘kebun rumput’ dengan memanfaatkan sindemensi sungai. Bahkan selain kebun rumput, aliran sungai juga dipenuhi dengan kebun pisang.

Kondisi tersebut tentunya dapat mengurangi debet sungai akibat pendangkalan, sehingga ketika banjir datang khususnya dari sisi utara, sungai tidak dapat menampung banyaknya debet air dan akhirnya meluap hingga jalan raya maupun pemukiman warga.

Terbukti saat memasuki musim hujan dengan status intens, keberadaan sungai tidak dapat menampung aliran air kiriman dan mengakibatkan banjir hingga keluar dari badan sungai. Seperti bencana banjir yang terjadi di wilayah Pamekasan, Jum’at (10/12/2020), serta Senin (11/1/2021) kemarin.

Seperti yang disampaikan Gubernur Jatim, langkah mitigasi dan evaluasi komprehensif menjadi salah satu upaya konkrit untuk segera dilalukan. Apalagi rilis BMKG juga menunjukkan kondisi mengkhawatirkan dengan potensi banjir, terlebih proses pengerukan sungai dilakukan sekitar edisi 2017 silam. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Pizza Meat Lover Menu Berbuka Favorit Anak

Resep Rawon Iga Lunak Cocok untuk Berbuka

Pameran Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk