Sorotan

Dipanggil Jokowi, Ini Sosok Abdul Halim Iskandar

Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar saat berada di Malang

Jombang (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dipanggil Presiden Joko Widodo untuk dicalonkan sebagai menteri.

Sebelumnya, nama pria yang akrab disapa Pak Halim ini saat runing Pilgub Jatim dua tahun lalu tidak pernah masuk radar dan disebut dalam bursa menteri Presiden Joko Widodo, baik di media mainstream maupun media sosial. Hal itu tentu berbeda dengan tokoh lain di Jawa Timur, sebut saja Tri Rismaharini, Pakde Karwo, Gus Ipul  maupun Emil Elistiano Dardak.

Tulisan dibawah ini adalah profil lengkap Abdul Halim Iskandar. Tulisan tersebut pernah dimuat di beritajatim.com pada Mei 2016. Saat itu, Abdul Halim sedang pemanasan menuju bursa Pilgub Jatim. Meski akhirnya kakak kandung Muhaimin Iskandar tidak jadi mengikuti kontetasi lima tahunan tersebut dan PKB akhirnya merekom Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang notabene sepupu dari Pak Halim.

Demikian sosok dan kiprah Pak Halim yang dimulai dari tokoh lokal hingga melesat ke panggung politik nasional:

Awalnya Abdul Halim Iskandar atau Pak Halim aktif sebagai seorang guru. Namun gelombang reformasi 1998 membuatnya berubah haluan. Pak Halim akhirnya berkiprah di ranah politik. Dari situlah karirnya terus meroket. Mulai menjabat pengurus partai di tingkat cabang atau kabupaten, hingga pengurus tingkat wilayah atau provinsi.

Dari menjabat Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) tingkat kabupaten, merangkak naik hingga menjadi Ketua DPRD tingkat provinsi. Namun demikian, kecintaan dan perhatian Pak Halim terhadap dunia pendidikan serta pesantren tak luntur. Justru posisinya di legislatif dimanfaatkan untuk memajukan dua sektor tersebut.

Halim Iskandar dilahirkan di Jombang 14 Juli 1962. Dia merupakan cicit dari pendiri NU (Nahdlatul Ulama) sekaligus pendiri PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Tentu saja, Halim Iskandar menjalani pendidikan tingkat dasar hingga pendidikan tingkat atas di pesantren kakeknya itu.

Baru setelah lulus dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Mambaul Maarif Denanyar, Pak Halim melanjutkan kuliah di IKIP Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di Kota Gudeg, suami dari Hj Lilik Umi Nasriyah ini juga mengasah bakat organisasinya, yakni aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Sedangkan gelar S-2 Pak Halim ditempuh di IKIP Malang.

Setelah mendapatkan bekal ilmu yang cukup, pria yang pernah aktif di Pramuka ini kembali ke pesantren Denanyar. Selain menjadi dewan pengasuh PPMM, juga mengabdikan diri sebagai guru BP (Bimbingan Penyuluhan) di MAN Denanyar.

Selepas dari Denanyar, Pak Halim juga sempat menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sultan Agung Tebuireng Jombang. Bahkan pada rentang 1993 – 1997, Halim Iskandar menjabat sebagai dekan fakultas tarbiyah UNHASY (Universitas Hasyim Asyari) Tebuireng.

Selanjutnya tahun 1998 terjadi perubahan besar di Indonesia. Gelombang reformasi bergerak. Sistem multipartai diterapkan. Ormas NU (Nahdlatul Ulama) di bawah pimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendirikan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).

“Saat awal PKB berdiri, Pak Halim menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Jombang. Nah, mulai saat itulah beliau aktif di politik,” ujar KH Djunaidi Hidayat, pengasuh pondok pesantren Al Aqobah, Kecamatan Diwek, Jombang saat diwawancarai beritajatim.com tahun 2016.

Masih segar salam ingatan Djunaidi. Saat itu sekitar tahun 1998, dirinya ditunjuk sebagai ketua tim pembentukan DPC PKB Jombang. Sejumlah nama digodok oleh tim guna menyusun kepengurusan. Hasilnya, Ketua Dewan Syuro dipercayakan kepada KH Arwani Muchid. Sedangkan Sekretaris Dewan Syuro dijabat Abdul Halim Iskandar.

“Ketua Tanfidz dijabat KH Amanulloh. Sementara saya sendiri menjabat sebagai Sekretaris Dewan Tanfidz DPC PKB Jombang. Pada pemilu 1999, Pak Halim dan saya terpilih menjadi anggota DPRD Jombang,” kata Djunaidi mengenang.

Bukan hanya menjadi anggota dewan, bapak tiga anak ini juga mampu menduduki posisi puncak, yakni menjadi Ketua DPRD Jombang selama dua periode (1999 – 2009). Setali tiga uang dengan di PKB, Pak Halim juga menjabat sebagai Ketua Tanfidz DPC PKB Jombang selama dua periode. Baru setelah itu, menjabat sebagai Ketua Tanfidz DPW PKB Jawa Timur. Sedangkan di legislatif menjabat Ketua DPRD Jawa Timur.

“Pak Halim itu sosok yang teduh dalam mempimpin. Tidak grusa-grusu (tergesa-gesa) dalam mengambil keputusan. Semua melalui proses pemikiran yang matang,” ujar KH Djunaidi Hidayat yang juga Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang ini.

Satu hal yang tetap terpatri dalam benak Djunaidi saat menjadi anak buah Pak Halim di DPRD Jombang. Saat itu DPRD Jombang periode 1999 – 2004 sudah habis masa tugas. Ada yang mewacanakan mengucurkan pesangon untuk para wakil rakyat tersebut. Karena di sejumlah daerah juga melakukan hal serupa. Namun wacana itu ditolak dengan tegas oleh Pak Halim.

Nah, belakang hari, kasus pemberian pesangon kepada wakil rakyat di beberapa daerah itu menggelinding ke meja hijau, karena menabrak aturan. Banyak mantan anggota dewan menjadi penghuni hotel prodeo. Namun tidak demikian dengan di Jombang. Karena kebijakan itu ditolak, akhirnya semua selamat. “Itu yang saya maksud, Pak Halim itu tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan,” tandasnya.

Pandangan serupa dilontarkan Ketua LP Ma’arif Jombang KH Salmanudin atau Gus Salman. Menurut Gus Salman, meski disibukkan kegiatan politik dan sudah menjadi anggota DPRD mulai tingkat kabupaten hingga provinsi, namun komitmen Pak Halim terhadap kemajuan pendidikan pesantren masih cukup besar.

Semisal menggelar sertifikasi untuk 300 guru yang mengajar aswaja (ahlussunah wal jamaah). Para guru tersebut diberi pelatihan secara khusus tentang dasar-dasar aswaja, serta diberikan materi praktik lainnya. Bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh LP (Lembaga Pendidikan) Maarif.

“Program sertifikasi guru aswaja tersebut kita lakukan dua tahun sekali. Tujuannya, agar guru benar-benar mampu mengajar ke-NU-an kepada anak didiknya. Seluruh peserta tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Karena kita memang mendapat dukungan dari Pak Halim. Baik dukungan moral maupun materiil,” ujar pengasuh pondok pesantren Babussalam, Kalibening, Kecamatan Mojoagung, ini dalam wawancara dengan beritajatim tahun 2016.

Bagaimana sosok Pak Halim di mata pesantren? Menurut Gus Salman, Pak Halim dan pesantren adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kedekatannya dengan pesantren bukan hanya karena profesi, namun lebih pada ikatan emosi.

Gus Salman lantas mencontohkan, untuk membangun kemandirian pesantren, pria yang identik dengan tagline “Holopis Kuntul Baris” ini menggelontorkan banyak program. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, skill (keterampilan), hingga memberikan bantuan dana guna menggerakkan ekonomi santri.

Semisal memberikan bantuan bibit ikan gurame untuk pesantren At Tahdzib Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Ikan tersebut kemudian dikelola oleh pesantren. Hasil peternakan ikan dalam kolam itu kemudian digunakan untuk kemajuan pendidikan. Hal serupa juga dikucurkan untuk Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Pacul Gowang, Kecamatan Diwek.

“Untuk di pesantren Babussalam Kalibening, kami mendapatkan bantuan mesin obras. Selain itu juga mendapat pelatiham kewirausahaan. Sehingga kemandirian santri semakin meningkat. Dengan berbagai fakta di atas tadi, komitmen Pak Halim terhadap pendidikan dan pesantren masih terjaga,” pungkas Gus Salman. [suf/ted]

Daftar Riwayat Hidup

Nama  : Drs. H. A. Halim Iskandar, M.Pd
Ttl        : Jombang, 14 Juli 1942
Agama : Islam

Alamat :
Jl KH Bisri Syansuri No. 117 RT.010/RW 002 Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Nama Istri :
Hj Lilik Umi Nasriyah
Jumlah Anak : Tiga

Pendidikan :
1. MI Mambaul Maarif Denanyar Jombang
2. MTsN Mambaul Maarif Denanyar Jombang
3. MAN Mambaul Maarif Denanyar Jombang
4. S1 IKIP Yogyakarta
5. S2 IKIP Malang

Pengalaman Organisasi
1. OSIS
2. PRAMUKA
3. PMII
4. PCNU Jombang
5. Ketua DPC PKB KabupatenJombang 1999-2011 ( Dua Periode )
6. Ketua DPW PKB Provinsi JawaTimur 2011 – Hingga Sekarang

Riwayat Pekerjaan
1. Guru BP MAN Denanyar Jombang
2. Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar Jombang
3. Kepala SMK Sultan Agung Tebuireng Jombang
4. Dosen IKAHA Tebuireng Jombang
5. Dekan Fakultas Tarbiyah “ Universitas Hasyim Asy’ariTebuireng ” , Jombang 1993-1997
6. Ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Kabupaten Jombang Tahun 1999
7. Ketua DPRD Kabupaten Jombang 1999-2009
8. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Periode 2009-2014
9. Direktur Utama PT RSNU Jombang 2012 – Sekarang
10. Ketua DPRD Provinsi JawaTimur 2014 –2019.

11. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim 2019-2024

Apa Reaksi Anda?

Komentar