Sorotan

Dilema Tim Sepakbola Pamekasan di Ajang Poprov Jatim 2019

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Sepakbola Pamekasan gagal total di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur, akibat menelan tiga kekalahan beruntun pada babak penyisihan grup yang digelar di Gresik, Jawa Timur.

Kondisi tersebut tentunya sangat kontras dengan raihan pada tahun sebelumnya dalam ajang yang sama yang digelar di Banyuwangi. Dimana pada saat itu, anak-anak muda Pamakasan tampil perkasa hingga mencatatkan tinta emas dengan lolos hingga empat besar.

Sayang pada perhelatan kali ini, mereka justru harus angkat koper lebih awal. Terlebih dengan tiga kekalahan beruntun di babak penyisihan grup, itupun mereka hanya mampu mencetak sebiji gol kala bentrok malawan Tim Porprov Pasuruan.

Pada ajang bergengsi di kencah regional tingkat provinsi, tim binaan Rahmad Basuki gagal merealisasikan target lolos dari babak penyisihan grup. Sebelum kalah 2-1 dari Tim Porprov Pasuruan, mereka juga menelan kekalahan 2-0 dari Tim Porprov Gresik, dan menyerah 1-0 dari Tim Porprov Jombang.

Tanda-tanda kegagalan tim porprov Pamekasan, seyogyanya sudah terlihat sejak awal kualifikasi Pra Porprov Jatim. Terlebih mereka lolos ke fase final Porprov berkat adanya satu tim yang didiskualifikasi akibat pelanggaran administratif.

Apalagi selama ini mereka juga kurang persiapan dan belum matang untuk mengikuti sebuah turnamen ataupun kejuaraan, sekalipun di internal klub di lingkungan Askab PSSI Pamekasan terus bergulir berbagai latihan hingga turnamen singkat.

Akibatnya, komposisi tim yang dibawa ke ajang porprov Jatim terkesan seadanya. Terlebih regulasi juga mengharuskan seluruh pemain porprov berstatus amatir, sedangkan komposisi tim yang sebelumnya berpeluang di ajang tersebut justru sudah bermain di kompetisi resmi kelompok umur.

Lambannya pola regenarasi maupun penanaman mental dalam sektor pembinaan pemain muda, dinilai sebagai salah satu penyebab utama bobroknya prestasi atlet cabang sepakbola Pamekasan. Ditambah dengan kurangnya ‘dukungan penuh’ dari pihak KONI setempat, khususnya dalam aspek materi.

Kondisi tersebut sempat dikeluhkan oleh sejumlah jajaran di internal Tim Sepakbola Porprov Pamekasan, termasuk juga dari Askab PSSI Pamekasan. Mereka menilai proses pembinaan yang dilakukan terkesan ‘dianak tirikan’ oleh institusi di atas mereka, dalam hal ini KONI Pamekasan.

“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk membentuk tim ini berprestasi di ajang Porprov Jatim tahun ini, tapi realitanya justru tidak berbanding lurus dengan upaya KONI Pamekasan merealisasikan ambisi kami. Jadi apa boleh buat,” kata salah satu jajaran internal Askab PSSI Pamekasan, Rabu (10/7/2019).

Dari itu ia menyampaikan permintaan maaf bagi seluruh masyarakat Pamekasan, khususnya para pecinta sepakbola Pamekasan, atas kegagalan Tim Sepakbola Porprov di ajang bergengsi tingkat regional. “Mohon maaf kami belum bisa memberikan yang terbaik, semoga kedepan bisa lebih baik,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga berkomitmen untuk kembali melakukan reformulasi sektor pembinaan cabang sepakbola di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Salah satunya dengan membenahi koordinasi sektor internal demi menunjang prestasi sepakbola Pamekasan kedepan.

“Namun tidak kalah penting, kompetisi internal yang merupakan proses pembinaan harus dijalankan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Hal tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak, tidak terkecuali dari KONI Pamekasan, sebagai leading sector olahraga,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar