Iklan Banner Sukun
Sorotan

4 Tahun Masa Kepemimpinan Bupati Badrut Tamam

Demo dan 5 Program Prioritas Bupati Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (pakai kacamata) saat menemui massa demonstran di depan Kantor Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Kamis (29/9/2022). [Gambar: Humas Pemkab Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com) – Empat tahun masa kepemimpinan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mendapat ‘hadiah’ demonstrasi dari massa yang mengatasnamakan masyarakat Pamekasan, Kamis (29/9/2022) kemarin.

Demonstrasi tersebut digelar di Kantor Pemda Pamekasan, Jl Kabupaten 107, digelar dalam rangka mengkritisi kinerja pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam.

Bahkan dalam aksi tersebut, salah satu orator aksi, Zaini menyampaikan jika Bupati Badrut Tamam gagal memimpin Pamekasan selama 4 tahun masa kepemimpinannya. Salah satunya dengan peningkatan angka kemiskinan di wilayah setempat.

“Selama 4 tahun masa kepemimpinan, Bupati Badrut Tamam telah gagal memimpin Pamekasan. Sebab pada masa kepemimpinannya hanya bisa menambah angka kemiskinan, serta pandai membangun pencitraan kepada masyarakat,” kata Zaini.

Termasuk kegagalan mengatasi kekeringan dan krisis air bersih di desa, tidak bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, gagal menciptakan lapangan pekerjaan dan menciptakan iklim investasi, hingga tidak bisa mengangkat kesejahteraan guru ngaji dan tenaga honorer, serta beberapa program lainnya.

“Satu-satunya kesuksesan Badrut Tamam dalam 4 tahun masa kepemimpinannya, hanya pandai membangun citra dirinya di media dengan membayar media hingga miliaran rupiah,” ungkapnya.

Kegagalan lainnya berupa pemerintahan yang dinilai tidak berjalan bersih dari praktik korupsi pada masa kepemimpinannya. Di antaranya dugaan kasus korupsi pengadaan mobil Sigap, serta kasus korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, dibuktikan dengan penetapan seorang pejabat di penjara.

5 Program Prioritas Bupati Pamekasan
Sejak awal masa kepemimpinan Bupati Badrut Tamam, dirinya seringkali menyampaikan sejumlah program yang dianggapnya sebagai prioritas. Meliputi program bidang ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta bidang reformasi birokrasi.

Dari kelima program tersebut, seluruhnya dianggap sebagai prioritas dan dipastikan tidak ada program nomor dua dalam merealisasikan lima program prioritas yang digagas. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen demi mewujudkan Pamekasan berdaya saing dengan kabupaten/kota maju lainnya di Indonesia.

Bidang ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, merealisasikan gagasan melalui program Sepuluh Ribu Wirausaha Baru atau Saputangan Biru alias Wirausaha Baru (WUB). Bahkan program tersebut juga sudah menjadi sarana penting dalam mewujudkan dan meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Sektor infrastruktur dengan mewujudkan pembangunan berbagai sarana publik, tercatat 10,53 kilometer (km) rehabilitasi saluran irigasi, 40,65 km peningkatan jalan, 192 meter pemeliharaan jembatan, 9.739 gubik normalisasi sungai, 644 unit pembangunan rumah tidak layak huni, dan 555 penerangan lampu, serta 1,4 km penguatan tebing dan 161 ribu sanitasi dan air bersih.

Termasuk juga bidang kesehatan dengan merealisasikan program Pamekasan Call Care (PCC) yang terkeneksi dengan keberadaan mobil Sigap yang tersebar di seluruh desa di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

Bidang pendidikan juga tidak lepas dari komitmennya sejak awal memimpin Pamekasan, di antaranya melalui program Beasiswa Santri, Beasiswa Kedokteran, serta berbagai jenis beasiswa lainnya. Termasuk juga sumbangsih bagi para guru ngaji di wilayah setempat.

Sedangkan bidang reformasi birokrasi diwujudkan dengan komitmen menjadikan jabatan sebagai sarana atau alat pengabdian, sekaligus menuntut seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan, untuk bekerja cepat, efesien dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar