Sorotan

Berpuasa, Lebih Baik atau Tidak?

WAHAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Agar kamu bertakwa,” QS Al-Baqarah: 183.

Ayat tersebut merupakan salah satu perintah bagi setiap muslim yang beriman agar melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan, sekaligus menjalankan salah satu dari lima rukun Islam.

Dalam lanjutan ayat tersebut, juga terdapat hal menarik untuk disimak secara cermat. Bahkan juga dapat digambarkan sebagai bentuk ‘tantangan’ yang harus dikaji oleh orang-orang beriman, umumnya bagi seluruh umat yang tertarik untuk mengetahui salah satu tujuan dari puasa.

Seperti Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS Al-Baqarah: 184; “DALAM beberapa hari tertentu, maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka puasa), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yakni) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.

Dalam ayat tersebut terdapat kalimat penutup berupa ‘Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui’. Hal ini jelas menjadi sesuatu yang sangat layak untuk dikaji, terlebih ayat tersebut diakhiri dengan kalimat ‘jika kamu mengetahui’.

Dari itu perlu digaris bawahi persoalan mengenai puasa, apakah berpuasa itu baik atau tidak. Sebab dalam ayat ‘jika kamu mengetahui’ jelas membutuhkan berbagai macam kajian tentang keistimewaan puasa, sehingga dalam firman-Nya diakhiri dengan kalimat tersebut.

Persoalan ini mungkin sangat penting untuk diklasifikasikan terlebih dahulu, setidaknya untuk mencari jawaban mengenai persoalan tersebut. Pertama ada yang mengatakan lebih baik tidak berpuasa, karena kondisi badan berada dalam kondisi fit dengan makan dan minum demi aktivitas sehari-hari.

Kedua ragu-ragu, mereka merasa tidak memiliki informasi akurat tentang perbandingan puasa atau tidak berpuasa. Terlebih mereka menilai berpuasa membutuhkan kesungguhan dan niat, sehingga sangat tidak ringan. Di sisi lain, mereka menyimak informasi bahwa puasa menyehatkan.

Ketiga mereka merasa yakin bahwa berpuasa memiliki manfaat jauh lebih besar dibandingkan tidak berpuasa, sehingga mereka mengatakan berpuasa lebih baik dari tidak berpuasa.

Menariknya, poin ketiga ini sinergi dengan penegasan yang disebutkan dalam QS Al-Baqaroh: 184 jika berpuasa lebih baik ketimbang tidak berpuasa. ‘Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui’. Sebagai orang yang beriman, kita pastinya tidak akan ragu sedikitpun tentang kebenaran ‘informasi’ bahwa berpuasa lebih baik dibandingkan tidak berpuasa.

Dalam artian berpuasa sebenarnya lebih baik dibandingkan tidak berpuasa, asalkan kita mengetahui cara-cara yang benar dalam berpuasa. Namun yang terjadi justru sebaliknya, sebagian di antara kita justru tidak mengetahui esensi dari berpuasa atau mungkin memang sengaja tidak ingin mengetahui.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, kita menjalankan ibadah puasa justru selaras dengan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama; “Begitu banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus belaka,” al-Hadits.‎

Adanya ayat tersebut sebenarnya menjadi anjuran agar kita selalu mencari informasi dan melakukan kajian lebih banyak seputar puasa. Sehingga kita benar-benar memahami (tidak hanya sekedar paham) bahwa berpuasa memang lebih baik dibandingkan tidak berpuasa. Lantas masuk katagori yang manakah kita saat ini, apakah masuk dalam katagori pertama, kedua atau ketiga? Wallahu A’lamu! [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar