Iklan Banner Sukun
Sorotan

Bagian (2)

Begini Cara Menjaga Kondisi Tubuh Saat Merawat Pasien Isoman Covid-19

Foto: Ilustrasi

Pengantar Redaksi:
Kami di beritajatim.com dibiasakan untuk menuliskan pengalaman apapun selama masa pandemi dan dibagikan kepada pembaca untuk membangkitkan empati dan optimisme. Jika ada kematian, maka dengan cerita, kita mengenang mereka yang pergi. Jika ada kesembuhan, maka dengan cerita, kita menguatkan mereka yang masih sakit. Berikut catatan Wahyu Hestiningdyah wartawan beritajatim.com yang merawat ibunya.

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak yang berfikir ketika terpapar covid 19 semua biaya akan ditanggung pemerintah setempat, oh tentu tidak bagi para pasien isolasi mandiri di rumah. Bahkan berdasarkan pengalaman pembayaran di Unit Gawa Darurat menggunakan BPjS untuk pasien covid pun ditolak akhirnya menjadi pasien umum.

SIAPKAN DANA TAKTIS UNTUK PERAWATAN
Siapa bilang dinyatakan positiv covid semua gratis dari pemerintah, itu salah dalam dua minggu ini kami sudah menghabiskan lebih dsri Rp6 juta rupiah. Biaya rumah sakit saja sudah terlihat pertama kali masuk UGD sudah menghabiskan uang hampir 2 juta mulai dari penanganan dokter dan perawat dan fasilitas rumah sakit.

Belum membeli obat penunjang yang hampir menghabiskan dana Rp3 juta rupiah, seperti suplemen, probiotik, obat dari tiongkok dan beberapa hal penunjang lainnya seperti peralatan kesehatan yang wajib dimiliki di rumah.

Belum lagi tes antigen setiap minggu untuk saya 600 ribu, satu kali rapid 200 ribu rupiah, lalu  pcr 2x Rp3 juta rupiah dan antigen ibu terakhir 200 rbu rupiah. Berhenti sampai sini oh tentu tidak.

Pikirkan dengan baik selaman isoman apakah anda tidak mengeluarkan uang untuk berbelanja kebutuhan makanan dan kebutuhan lainnya seperti membeli alat kesehatan bisa sampai lebih dari Rp2 juta.

Maka persiapkan segala kemungkinan memiliki dana taktis untuk mempersiapkan jika ada kemungkinan keluarga anda terpapar dan melakukan isolasi mandiri. Ya minimal persiapkan 10 juta rupiah untuk isolasi mandiri dirumah.

SUPORT DARI KAWAN
Empaty, dukungan menguatkan sangat dibutuhkan oleh pasien covid 19 bukan justru mengucilkan. Beruntung selain kami melakukan isolasi mandiri dan selalu membeli seluruh makanan dan kebutuhan dengan menggunakan aplikasi, banyak rekan yang mengirimi berbagai macam makanan dan kebutuhan. Bahkan tak jarang suport diberikan setiap pagi dengan menanyakan kondisi ibu dan saya apakah baik-baik saja.

MENJAGA KONDISI TUBUH SAAT MERAWAT
Banyak yang bilang ngga bisa isoman dalam satu rumah pasti tertular, prinsip saya selama masih menjaga prokes dengan benar virus tidak tertular. Setiap hari saya makan rutin dan tidak pernah telat selama merawat, minum suplemen penambah daya tubuh. Memakai masker dobel selama di dalam rumah dan interaksi dengan ibu, memakai sarung tangan ketika melakukan interaksi baik ambil makan hingga memilah baju, selalu semprot dengan disinfektan dan yang terpenting adalah ketika tubuh lelah istirahat, dan jika terasa tidak enak segeralah mengantisipasi dengan minum obat.[way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar