Sorotan

11 Buku Liverpool Terbaik Versi David Segar

Kata-kata mengabadikan sepak bola. Saya kira itulah kenapa klub-klub sepak bola di Inggris, mulai dari yang kelas kampung (sunday league football) hingga elite seperti Liverpool, bertahan tak hanya dengan piala dan gelar, tapi dengan deretan buku yang ditulis oleh jurnalis, sejarawan, dan bahkan fans. Kata-kata adalah bagian dari ikhtiar memahatkan kenangan dan nostalgia di atas batu zaman.

Setelah Liverpool memastikan gelar juara Liga Primer Inggris, saya menghubungi David Segar, seorang penulis buku sepak bola dan kolumnis situs The Anfield Wrap. Dia juga penasihat kebijakan di DCMS on the Sport Team dan pemegang gelar Bachelor of Arts (BA) dalam bidang kajian film dan media di Liverpool Hope University.

Saya ingin tahu 11 buku terbaik tentang Liverpool yang layak direkomendasikan buat penggemar sepak bola. Segar punya otoritas untuk itu. Buku yang ditulisnya dipublikasikan oleh Pitch Publishing pada 2017 dengan judul ‘Kloppite: One Man’s Quest to Turn Doubters into Believers’.

“Ketika Jürgen Klopp tiba di Anfield, saya terdorong untuk menulisnya, karena saya yakin apa pun yang terjadi, masa manajerialnya akan menjadi kenangan dan signifikan,” kata Segar kepada saya via surat elektronik.

Kloppite menampilkan dua tahun pertama masa manajerial Klopp di Inggris. Segar mencatat perjalanannya bersama Liverpool dari peringkat delapan klasemen Liga Primer hingga menjadi penantang Liga Inggris. “Baru-baru ini diperbarui untuk memasukkan kemenangan Liga Champions di Madrid,” katanya.

Segar tak segan menyebut Kloppite sebagai salah satu buku terbaik soal Liverpool. Namun dia juga menyebut sepuluh buku lainnya yang layak dibaca dan diketahui publik.

1. Shanks: The authorised biography of Bill Shankly – Dave Bowler (2013)
“Siapapun yang mengikuti Liverpool perlu membaca buku yang berkisah tentang orang yang memulai semuanya. Shankly adalah katalisator dalam membentuk Liverpool menjadi seperti sekarang. Tanpa pengaruhnya, mungkin tidak ada Piala Eropa, gelar liga jauh lebih sedikit, dan saya berasumsi tidak ada kedatangan Jürgen Klopp,” kata Segar.

Bill Shankly menjadi manajer Liverpool pada periode 1959-1974, dan menghadirkan tiga gelar liga, dua gelar Piala FA, dan satu gelar Piala UEFA. Ini buku otobiografi resminya yang disetujui keluarganya, dan ditulis berdasarkan wawancara eksklusif dengan orang-orang yang hidup dan bekerjasama dengan Shankly.

Segar menegaskan, buku ini tidak hanya memberikan wawasan tentang seberapa banyak yang Shankly lakukan untuk Liverpool, tetapi juga apa yang membuatnya tergerak sebagai manusia, dan apa yang membentuknya menjadi sosok legendaris. “Dia membuat orang-orang bahagia dan dicintai melampaui dinding Stadion Anfield,” kata Segar.

2. Quiet Genius: Bob Paisley, British Football’s Greatest Manager – Ian Herbert (2017)
Buku ini menjadi salah satu nominator penghargaan William Hill Sports Book of The Year 2017. Paisley adalah salah satu legenda The Reds. “Dia menapaktilasi jejak Shankly, dan bahkan keluar dari bayang-bayang Shankly untuk membawa Liverpool luar biasa berjaya, khususnya di Eropa,” kata Segar.

Judul buku ini sudah menunjukkan bagaimana sosok Paisley sebagai manajer jenius yang paling diremehkan di dunia sepakbola. Dia adalah sosok yang pendiam dan sederhana dibandingkan dengan Shankly atau Alex Ferguson, manajer Manchester United. “Untuk pertama kalinya, buku ini memungkinkan Anda untuk mempelajari lebih dalam kisah menarik pria itu,” kata Segar.

Buku ini ditulis berdasarkan wawancara mendalam dengan keluarga Paisley dan banyak pemain Liverpool pada periode 1974-1983. Buku ini mengungkapkan rahasia sukses Paisley dalam strategi manajemen manusianya, kemampuannya melihat bakat pemain, kecakapannya mendiagnosis cedera pemain, dan selera humornya.

3. Kenny Dalglish: My Liverpool Home – Kenny Dalglish dan Henry Winter (2010)
Hanya ada satu nama di Liverpool yang menjadi legenda dengan sukses sebagai manajer dan pemain: Sir Kenneth Dalglish. Selain Mohamed ‘Egyptian King’ Salah, hanya Dalglish yang mendapat gelar raja dari fans Liverpool. Buku ini ditulis bersama jurnalis Henry Winter.

“Buku yang luar biasa ini melihat aspek hubungan Dalglish dengan Liverpool sebagai pemain dan manajer, dan telah diperbarui dengan memasukkan masa jabatan keduanya di bangku tim di Anfield,” kata Segar.

4. An Epic Swindle: 44 Months with a Pair of Cowboys – Brian Reade (2011)
Buku ini mengisahkan masa kelam Liverpool saat masih dimiliki duet pengusaha Amerika Serikat, Tom Hicks dan George Gillett. “Brian Reade adalah seorang penulis yang luar biasa dan dengan sempurna menangkap suasana saat itu, kisah di balik kekacauan, dan bagaimana para penggemar menolak untuk mengizinkan ‘H&G’ menghancurkan klub mereka. Ini bukan cerita yang paling nyaman dalam daftar, tetapi setidaknya memiliki akhir yang bahagia,” kata Segar.

5. Red Odyssey: Liverpool FC 1892-2017 – Jeff Goulding (2018)
Buku yang ditulis untuk merayakan 125 tahun berdirinya Liverpool FC ini dinilai Segar sebagai titik awal yang baik bagi siapa pun yang relatif baru mengenal klub tersebut. “Jeff sebenarnya telah menulis trilogi, tetapi buku pertama dalam seri ini membawa Anda pada kelahiran klub pada 1892 hingga 2017,” katanya.

“Ini adalah ikhtisar yang bagus tentang sejarah klub, pasang surut (kebanyakan pasang), dan menangkap dengan tepat mengapa banyak kalangan menilai Liverpool sebagai klub terbesar di dunia sepak bola, dan mengapa begitu banyak yang terus jatuh cinta sampai hari ini,” kata Segar.

Jeff Goulding menyebutkan, buku ini tak hanya menyajikan fakta dan angka. “Namun lebih pada penggambaran bagaimana perjalanan klub ini dengan satu-satunya cara yang saya tahu, dan dengan apa yang saya yakini sebagai bahan bakar yang mendorong kecintaan kita kepadanya; cerita-cerita yang membuat Liverpool FC menjadi seperti sekarang,” katanya.

Goulding sadar bahwa perjalanan Liverpool menembus waktu dipenuhi berbagai kisah yang diceritakan dari generasi ke generasi. “Saya telah mengumpulkan 125 kisah di antaranya disesuaikan dengan dengan usia perayaan hari jadi klub ini,” katanya.

6. Champions League Dreams – Rafa Benitez dan Rory Smith (2012)
Rory Smith, jurnalis dan penulis sepak bola yang dihormati, membantu Rafael Benitez menuliskan kisah sukses bersama Liverpool dalam Piala Eropa 2005. Buku ini membantu publik memahami bagaimana seorang manajer yang hebat mempersiapkan dan melaksanakan rencana induk kesuksesan di Eropa. “Saya cukup beruntung berada di acara peluncuran buku ini beberapa tahun yang lalu, di mana saya bertemu Rafa dan menjabat tangannya. Benar-benar sebuah kehormatan,” kata Segar.

7. We’re Everywhere, Us: Liverpool’s 2014/15 Season Told Through the Stories of Fans and Foe – disunting Sachin Nakrani dan Karl Coppack

Buku ini adalah bunga rampai artikel esai tentang perjalanan Liverpool mengarungi musim 2014-15 yang hambar dan mengecewakan. “Setahun setelah Steven Gerrard terpeleset saat berusaha memenangkan gelar liga, tim yang dilatih Brendan Rodgers berjuang untuk meniru penampilan menyengat yang ditunjukkan Liverpool pada musim 2013-14,” kata Segar.

Namun tentu saja semua tak lagi sama. Luis Suarez sudah pergi ke Barcelona digantikan Rickie Lambert dan Mario Balotelli. Dari peringkat kedua klasemen musim 2013-14, Liverpool terlempar ke posisi keenam. “Tapi ini masih bacaan yang bagus, dan daripada fokus pada musim yang mengecewakan, buku ini lebih tentang mengikuti The Reds dari sudut pandang para penggemar dan beberapa penulis sepakbola terbaik,” kata Segar.

8. Allez Allez Allez: The Inside Story of the Resurgence of Liverpool FC, Champions of Europe 2019 – Simon Hughes (2019)
Tak ada yang meragukan Simon Hughes. “Simon adalah salah satu penulis terbaik dan telah menulis sejumlah buku tentang LFC. Buku ini favorit saya, terutama karena diakhiri dengan sebuah gelar juara Piala Eropa,” kata Segar.

Buku ini mengisahkan ‘cerita orang dalam’ tentang perjalanan Liverpool pada musim 2018-19. “Kontak narasumber Simon yang luas sangat berguna saat dia mendapatkan informasi menarik dari beberapa narasumber mengenai perjalanan menuju kesuksesan di Madrid,” kata Segar.

Buku ini ditutup dengan adegan pembicaraan yang apik antara Klopp dan Mike Gordon pada sebuah malam di rumah Klopp yang dekat hutan pinus di Formby, setelah Liverpool mengakhiri musim 2018-19 dengan gelar juara Eropa. Simon menulis: ‘Setelah brendi, gin, tonik, dan makanan pesanan tandas, duet itu merosot ke atas sofa di ruang tamu Klopp, menikmati kemegahan akhir pekan, membahas tantangan ke depan.

“Saya pikir kami bisa berbuat lebih banyak,” kata Klopp.
‘Mike,’ dia menekankan, memutar es batu di sekitar gelas minuman kerasnya. ‘Saya pikir ini hanyalah permulaan.”

9. Mentality Monsters: How Jürgen Klopp Took Liverpool FC From Also-Rans To Champions of Europe – Paul Tomkins (2019)

Buku ini lebih banyak beraroma analitis, tentang perjalanan manajerial Klopp sejak 2015. “Sebuah buku yang membahas detail bagus tentang keuntungan marjinal, dan lompatan besar yang dicapai pelatih Jerman itu dalam perjalanan untuk menempatkan LFC kembali di puncak sepakbola Eropa,” kata Segar.

10. Numero 6: Reliving a Historic Year Following Liverpool Football Club – The Anfield Wrap, disunting Josh Sexton

Buku ini seperti ‘We’re Everywhere, Us’, berisi kumpulan tulisan dari, oleh, dan untuk fans. “Buku ini menangkap berbagai pasang surut Liverpool pada musim 2018-19, yang tentu saja berakhir dengan adegan mereka mengangkat Piala Eropa keenam di Madrid,” kata Segar. [wir]





Apa Reaksi Anda?

Komentar