Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Tutup Bulan Suro, KH Mas Sulthon Gelar Tasyakuran Bersama Warga Dagangan Madiun

Suasana gelaran tasyakuran KH Mas Sulthon bersama warga Desa/ Kecamatan Dagangan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022).

Madiun (beritajatim.com) – KH Mas Sulthon menggelar tasyakuran bersama warga Desa/ Kecamatan Dagangan Madiun dalam rangka menutup bulan Suro serta mengirim doa untuk para leluhur, Sabtu (27/8/2022) pagi.

Tak hanya warga masyarakat, acara itu turut dihadiri tokoh masyarakat serta sejumlah kyai Jawa Timur. Acara itu dimulai dengan sholat subuh berjamaah dilanjutkan dengan Istighosah, membaca surat Yasin, Tahlil dan dihadiri sekitar 500 warga.

Usai tahlilan, Gus Thon, sapaan akrab KH Mas Sulthon juga membagikan hadiah atau doorprize pada anak-anak dan jamaah. Doorprize berupa sarung, mukena, sajadah, kompor gas, magic com hingga kulkas kepada para jamaah Sholat Subuh berjamaah tersebut.

Sebagai tokoh serta Kyai Jawa Timur, setelah Sholat Subuh berjamaah , Istighosah, Yasin, Tahlil berakhir, Gus Thon pun menampilkan berbagai budaya seperti Reog Ponorogo dilanjutkan dengan tabuh gamelan.

Kemudian, ada pula santunan anak yatim bekerjasama dengan MWC NU Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, yang dihadiri para kyai dari wilayah Madiun, Ngawi, Sragen, Mojokerto, Pasuruan, dan para Tokoh Masyarakat.

Acara dilanjutkan malam hari dini hari tabuh gamelan tutupan bulan Suro, Sholawat Nabi, pengajian umum yang diisi KH. Nur Chozin Romli dari Pasuruan.

Gus Thon menyampaikan dalam tasyakuran tutupan bulan Suro, menggelar Sholat Subuh berjamaah dilanjutkan Istighosah , yasinan, tahlilan, santunan Anak Yatim serta budaya Reog Ponorogo, Tabuh Gamelan, Sholawat Nabi, Pengajian Umum. Alasannya untuk turut melestarikan budaya.

“Selain mengirim doa untuk para leluhur, tentunya kami ingin terus melestarikan budaya yang menjadi kebanggan kita sebagai bangsa Indonesia, secara khususnya Jawa Timur dengan menyajikan budaya Reog Ponorogo dan Tabuh Gamelan kepada masyarakat. Semuanya, itu dalam rangka menutup bulan Suro yang sejatinya berakhir pada hari Minggu besok, 28 Agustus 2022. Semoga berkah dari Allah SWT selalu menyertai kita semua,” kata Gus Thon, Sabtu (27/8/2022)

Cerita Warga Desa Soal Gus Thon Bantu Atasi Kesulitan Air Bersih

Dusun Panggung Desa / Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, tempat Gus Thon tinggal pernah mengalami kesulitan air bersih karena daerah gersang. Komarudin, warga setempat menceritakan jika dulu kebutuhan air bersih untuk warga mengandalkan air yang mengalir dari gunung yang kurang terjamin kebersihanya. Hingga pada 2010 akhirnya datang lah sosok kyai ke Dusun Panggung.

Kyai itu adalah Gus Thon. Kata Gus Thon saat itu, dia bermimpi disuruh datang ke Punden Panggung dan membantu masyarakat setempat mengebor sumur sampai pipa yang mengalir ke warga. Seingat warga dibantu Gus Thon untuk pengeboran sumur serta pipa menelan biaya Rp350 juta.

“Alhamdulilah sejak saat itu warga masyarakat Panggung sampai sekarang bisa menikmati air bersih dari sumber mata air kedalaman 150 meter yang diberi nama Sumber Mata Air Kyai Raden Mas Zakaria (Eyang Djugo),” kata Komarudin, Sabtu (27/8/2022).

Suasana gelaran tasyakuran KH Mas Sulthon bersama warga Desa/ Kecamatan Dagangan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022).

Komarudin dan masyarakat mengakui jika Gus Thon adalah sosok kyai yang sangat dermawan, peduli ke warga sekitar dan suka menolong orang lain, hingga melestarikan seni budaya.

“Dahulu, tidak pernah ada pertunjukan seni budaya, cenderung sepi. Tetapi sejak Gus Thon hadir, mulai ramai karena sering diadakan pengajian umum, Pertunjukan seni budaya, mulai wayang kulit, tabuh gamelan hingga Reog Ponorogo. Dusun Panggung Dagangan sejak kedatangan Gus Thon sering dikunjungi orang berpangkat tinggi hingga para tokoh nasional dari Jakarta, ada yang datang sewaktu acara dan ada yang datang sekedar silaturahmi,” kata warga masyarakat.

KH. Mas Sulthon juga banyak membantu warga di berbagai pelosok daerah, terutama Anak Yatim dan berbagai pihak yang perlu dibantu, baik secara terang – terangan ataupun secara diam – diam, seperti diungkapkan para kyai yang hadir. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev